Karena itu, melihat BGN dan SPPG semata-mata sebagai program gizi adalah cara pandang yang terlalu sempit.
Saatnya Rebranding SPPG Menjadi Dapur Nusantara
Karena itu saya mengusulkan adanya rebranding narasi.
BGN tetap menjadi Badan Gizi Nasional.
Fungsi pengawasan dan standar gizi tetap menjadi prioritas.
Namun SPPG sudah saatnya memiliki identitas yang lebih dekat dengan masyarakat dan lebih mencerminkan peran strategisnya.
SPPG dapat direbranding menjadi Dapur Nusantara.
Nama ini lebih sederhana, lebih membumi, dan lebih mudah dipahami masyarakat.
Yang terpenting, nama tersebut menggambarkan fungsi sebenarnya.
Dapur Nusantara bukan sekadar tempat memasak.
Ia adalah pusat pemberdayaan ekonomi lokal.
Ia adalah pasar bagi petani dan nelayan.
Ia adalah sumber pekerjaan bagi masyarakat sekitar.
Ia adalah simpul ekonomi yang menghubungkan negara dengan rakyat.
Dan pada saat yang sama, ia tetap menjalankan misi utamanya: menyediakan makanan bergizi bagi siswa yang membutuhkan.