opini

Daya Rekat Kita Adalah Intelektualisme

Minggu, 5 Februari 2023 | 00:08 WIB

Laa ilma lana, ila maa alamtana inaka antal alimul hakiim
Anak HMI juga faham dan sangat mafhum bahwa tiada kecerdasan hermes dan idris yang datang kecuali dari Allah SWT, tidak mungkin sehebat itu phitagoras, empedokles dan thales jika bukan dari Allah SWT.

Socrates yang banyak anak HMI perdebatkan sebagai Nabi (dalam candaan intelektual) tidak mungkin menyebut adanya kekuasaan ilahiah yang tak terhingga kepada para muridnya dan mau meminum racun jika tidak punya keyakinan intelektualisme tentang sesuatu yang tak terbatas. Hingga sampai kepada para filsuf muslim Al kindi, al farabi the second teachernya aristoteles, Imam Ghazali, Ibn Rush, hingga murthada muthahari dan Mulla sadra dengan al ashfar al-arba’a-nya jika bukan dari Allah Aza Wa Jallah.

Semata-mata bahwa Intelektualisme muslim yang sempitnya ada pada HMI adalah dalam rangka mempertahankan bahkan terus memperkuat daya rekat Islam yaitu Intelektualisme itu sendiri; Man Aroda dunia fa Alihi bil ilmi, wa man arodal akhirati fa alaihi bil ilmi, wa man aroda bainahuma fa alaihi bil ilmi. Wallahu a’lam. **

Halaman:

Tags

Terkini

Pendidikan, Demokrasi, dan Kesejahteraan

Jumat, 24 Juli 2026 | 14:07 WIB

La Ode Darwin, Patarung Tanpa Lawan Tarung

Senin, 3 November 2025 | 13:04 WIB

Kolaborasi Kopdeskel Merah Putih dan BumDes

Rabu, 18 Juni 2025 | 05:53 WIB

Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih Sultra

Rabu, 11 Juni 2025 | 04:59 WIB

GUBERNUR RESPONSIF ITU BERNAMA ANDI SUDIRMAN

Senin, 26 Agustus 2024 | 17:49 WIB