JAKARTA, rakyatsultra.id — Bupati Konawe, Yusran Akbar, meraih penghargaan nasional sebagai Top Pembina Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dalam ajang TOP BUMD Awards 2026 yang digelar di Dian Ballroom Raffles Jakarta, Senin (13/4/2026).
Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas peran kepala daerah dalam membina, mengawasi, serta mendorong kinerja BUMD agar lebih produktif dan berdaya saing.
Ajang yang diselenggarakan oleh Majalah Top Business bekerja sama dengan Institut Otonomi Daerah ini mengusung tema “Tata Kelola dan Digitalisasi dalam Membangun Kinerja Bisnis dan Layanan BUMD”. Kegiatan tersebut dihadiri sekitar 800 peserta dari berbagai kalangan, mulai dari kepala daerah, direksi BUMD, hingga praktisi bisnis dan media.
Dalam keterangannya, Yusran Akbar menyampaikan bahwa penghargaan tersebut merupakan hasil kerja kolektif, bukan semata pencapaian individu.
“Penghargaan ini milik masyarakat Konawe. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus mendorong BUMD agar memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian daerah,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya transformasi digital sebagai fondasi penguatan BUMD ke depan. Menurutnya, tanpa adaptasi terhadap teknologi, BUMD akan sulit bersaing dan meningkatkan kualitas layanan publik.
“Digitalisasi adalah kunci agar BUMD mampu bekerja lebih efisien, transparan, dan kompetitif,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Penyelenggara, M. Lutfi Handayani, menyatakan bahwa BUMD diharapkan tidak hanya menjadi entitas bisnis, tetapi juga motor penggerak ekonomi daerah dan penyedia layanan publik yang andal.
Ia menjelaskan bahwa proses penilaian dilakukan secara ketat melalui beberapa tahapan, mulai dari pengisian kuesioner, wawancara mendalam, hingga sidang pleno dewan juri.
Meski demikian, penghargaan ini juga menghadirkan ekspektasi baru. Publik kini menanti sejauh mana capaian tersebut berdampak nyata terhadap kinerja BUMD di Konawe, terutama dalam hal kontribusi terhadap pendapatan asli daerah (PAD), efisiensi layanan, serta transparansi pengelolaan.
Dengan kata lain, penghargaan ini bukan akhir, melainkan awal dari ujian sesungguhnya: apakah BUMD di Konawe benar-benar mampu menjadi motor ekonomi daerah, atau justru masih berkutat pada tantangan klasik tata kelola dan kinerja.