sultra-raya

Pemilu 2024 bisa jadi pemilu AS paling sengit nan menghebohkan

Selasa, 5 November 2024 | 11:35 WIB
Foto arsip - Calon presiden Amerika Serikat, Kamala Harris, dalam foto 9 Agustus 2019, saat masih menjadi senator dan tengah berbicara di sebuah acara di Clear Lake, Iowa, Amerika Serikat.

Bahkan imbang

Hillary Clinton kalah jumlah electoral vote tetapi unggul jumlah suara rakyat AS yang memilihnya (popular vote).

Tak seperti di Indonesia, seorang calon presiden AS disimpulkan memenangkan Pilpres jika mendapatkan minimal 270 electoral vote atau lebih dari 50 persen dari total 538 electoral vote.

Electoral vote adalah jumlah jatah perwakilan/suara untuk sebuah negara bagian. konsep ini mirip dengan jatah kursi DPR RI untuk masing-masing provinsi di Indonesia, yang juga tergantung jumlah penduduk untuk setiap provinsi atau negara bagian.

Negara bagian-negara bagian berpenduduk banyak seperti California, Florida, dan New York, pastinya memiliki jumlah electoral vote yang lebih banyak dibandingkan dengan negara-negara bagian berpenduduk sedikit seperti Alaska, Maine dan Vermont.

Itu seperti jumlah jatah kursi DPR RI, untuk misalnya provinsi Jawa Barat, yang tidak akan sama dengan jumlah jatah suara, misalnya Kalimantan Timur, yang jumlah penduduknya memang jauh lebih sedikit dibandingkan Jawa Barat.

Jatah electoral vote sendiri tak bisa dibagi atas jumlah perolehan suara yang didapat seorang calon presiden.

Sebaliknya, seorang calon presiden dinyatakan memenangkan seluruh jatah electoral vote di sebuah negara bagian, kendati unggul sangat tipis, bahkan kurang dari satu poin persen.

Jadi, misalnya, jika Trump unggul suara 0,5 poin persen di Pennsylvania, yang memiliki 19 electoral vote dan termasuk negara bagian suara mengambang (swing state), maka Trump dinyatakan telah memenangkan seluruh 19 electoral vote untuk Pennsylvania.

Di negara bagian-negara bagian suara mengambang seperti Pennsylvania inilah hasil Pilpres AS ditentukan.

Negara bagian suara mengambang lainnya untuk Pemilu AS, adalah Georgia, North Carolina, Michigan, Arizona, Wisconsin dan Nevada.

Di tujuh negara bagian ini, selisih suara pemilih Demokrat dan Republik sangat tipis.

Sebaliknya, di 43 negara bagian lainnya, selisih suara pendukung kedua partai biasanya lebar, sehingga tak terlalu menjadi perhatian para calon presiden.

Dan di negara-negara bagian suara mengambang ini pula Harris dan Trump berjibaku dalam kampanye akhir mereka serta saling mengungguli dengan selisih sangat tipis, bahkan imbang.

 

Halaman:

Tags

Terkini

Api yang Belum Dijawab RUU Kehutanan

Jumat, 28 Agustus 2026 | 12:30 WIB