Jumat, 28 Agustus 2026

Kementan Siapkan Strategi Atasi Kekeringan, Kaposkowil Satgas PRR Aceh Bakal Kebut Realisasi Program

Photo Author
Efendy, Rakyat Sultra
- Jumat, 28 Agustus 2026 | 13:13 WIB

RAKYAT SULTRA.ID-Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan pemerintah telah menyiapkan strategi dalam menghadapi kekeringan lahan akibat fenomena El Nino, guna menjaga produktivitas pertanian.bahwa mengatakan, pemerintah telah mengantisipasi dampak kekeringan sejak awal pemerintahan Presiden Prabowo Subianto melalui berbagai program penguatan sektor pertanian di seluruh Indonesia.

”Itu menghadapi kekeringan lahan PERTANIAN sudah diantisipasi sejak awal. Kan kita sudah antisipasi sejak pemerintahan Prabowo-Gibran,” kata Mentan dilansir dari Antara, Kamis (27/8).

Dia menyebutkan berbagai langkah strategis yang disiapkan pemerintah menghadapi kekeringan melalui irigasi, pompanisasi, embung, dan benih tahan kering untuk menjaga produksi pangan nasional.

”Kan kita sudah ada irigasi, ada pompanisasi, ada embung, kemudian ada benih tahan kekeringan, kemudian ada cetak sawah, optimalisasi rawa,” ujar Amran.

Strategi tersebut dilakukan dengan mempercepat pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi agar pasokan air menuju lahan pertanian tetap terjaga selama musim kemarau berlangsung di sentra produksi pangan.

Pemerintah juga memperluas program pompanisasi untuk membantu petani memperoleh pasokan air dari sumber terdekat sehingga aktivitas tanam dan produktivitas lahan tetap berjalan secara optimal.

Selain itu, pembangunan embung terus dilakukan sebagai cadangan air bagi kawasan pertanian yang rawan kekeringan sehingga petani memiliki sumber air ketika curah hujan menurun.

Kementerian Pertanian (kementan) juga menyediakan benih padi tahan kekeringan agar tanaman tetap mampu berproduksi meskipun menghadapi kondisi cuaca yang lebih kering dibandingkan musim normal.

Program cetak sawah dan optimalisasi lahan rawa turut menjadi bagian strategi pemerintah untuk memperluas areal tanam sekaligus menjaga produksi beras nasional di tengah ancaman EL nino.

Sementara itu, sektor irigasi mencatat capaian tertinggi dalam program kementan di aceh. Dari pagu Rp 147,47 miliar, realisasi anggaran sudah Rp 110,68 miliar atau 75,1 persen.

Jaringan irigasi tersier di 13 kabupaten/kota hampir rampung dengan realisasi 96 persen, sementara irigasi perpipaan di 13 kabupaten/kota mencapai 88 persen.

Kaposkowil Satgas PRR aceh Safrizal ZA menegaskan, capaian ini patut diapresiasi namun harus segera dipercepat.

”Realisasi di atas 50 persen hingga akhir Agustus menunjukkan kerja keras semua pihak. Tetapi waktu yang tersisa di tahun 2026 sangat terbatas, sehingga percepatan mutlak diperlukan agar target bisa tercapai,” ujar Safrizal ZA.

Secara keseluruhan, program Kementan di Aceh dengan total pagu Rp 515,22 miliar telah terealisasi Rp 272,37 miliar atau 52,9 persen.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Efendy

Tags

Terkini

Api yang Belum Dijawab RUU Kehutanan

Jumat, 28 Agustus 2026 | 12:30 WIB

Terpopuler

X