Ia meyakini, terdapat banyak individu dengan kemampuan yang dapat memberikan manfaat besar bagi pembangunan Indonesia, khususnya pemain sepak bola.
“Indonesia memiliki jutaan diaspora. Di antara mereka terdapat ilmuwan yang hebat-hebat, dokter, insinyur, ahli kecerdasan buatan, peneliti, pengusaha, seniman, atlet, terutama pemain bola profesional kelas dunia,” tegasnya.
Menurut Prabowo, sebagian diaspora Indonesia memilih kewarganegaraan negara lain karena tuntutan pekerjaan, kehidupan keluarga, maupun pengabdian profesional.
Kondisi tersebut, kata dia, tidak semestinya membuat Indonesia kehilangan hubungan dengan talenta-talenta terbaiknya.
Karena itu, pemerintah berencana mengusulkan perubahan terhadap aturan kewarganegaraan.
Namun, skema yang disiapkan tidak akan berlaku secara umum, melainkan hanya diberikan kepada individu tertentu yang memenuhi kriteria dan dinilai mampu memberikan kontribusi besar bagi Indonesia.
“Kebijakan ini akan kita rancang dengan selektif, terukur, disertai uji integritas, kewajiban yang jelas, serta perlindungan penuh terhadap keamanan dan kepentingan negara,” pungkasnya.