Jumat, 28 Agustus 2026

99 Masjid dan Musala di Jombang Siap jadi Tempat Singgah Peserta Muktamar ke-35 NU

Photo Author
Efendy, Rakyat Sultra
- Kamis, 27 Agustus 2026 | 13:42 WIB

RAKYAT SULTRA.id-Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jombang mencatat sebanyak 99 masjid dan musala di wilayah tersebut siap menjadi tempat singgah bagi para peserta Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU).

Puluhan masjid dan musala tersebut tidak sekadar menjadi tempat singgah atau menginap sementara, tetapi juga dilengkapi area parkir, kamar mandi, serta berbagai fasilitas pendukung bagi peserta.

Menariknya, fasilitas ramah muktamirin ini tersebar di sejumlah zona, meliputi 15 masjid atau musala dan kantor MWCNU di zona selatan, 32 di zona utara, 18 di zona tengah, 23 di zona timur, dan 11 di zona barat.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Akhmad Sruji Bahtiar, mengapresiasi antusiasme masyarakat sekitar menyambut pelaksanaan Muktamar NU ke-35.

"Penyiapan masjid dan musalah sebagai tempat yang ramah bagi para muktamirin ini merupakan bentuk nyata gotong royong dan kepedulian masyarakat dalam menyukseskan Muktamar NU ke-35," tuturnya, Kamis (27/8).

Puluhan masjid dan musala yang menjadi lokasi ramah muktamirin tersebar di sejumlah kecamatan di Jombang, mulai dari Diwek, Gudo, Ngoro, Bandar Kedungmulyo, Jogoroto, Mojowarno, Tembelang, Ploso, Kudu, Plandaan, Jombang, Mojoagung, Peterongan, Sumobito, Megaluh, dan Perak.

Sejumlah masjid menyediakan kapasitas penginapan cukup besar bagi muktamirin. Masjid Agung Baitul Mukminin Jombang di Zona Tengah mampu menampung hingga 300 orang dan menyediakan parkir untuk 20 mobil.

Kantor Pengurus Cabang NU (PCNU) Jombang juga dapat menjadi pilihan tempat bermalam dengan kapasitas sekitar 100 orang. Fasilitas parkir yang tersedia mampu menampung hingga delapan mobil.

Sementara itu, Masjid Moeldoko di wilayah Bandar Kedungmulyo menyediakan kapasitas penginapan hingga 200 orang. Area parkirnya juga cukup luas, dengan daya tampung mencapai 35 mobil.

"Masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga dapat menjadi ruang pelayanan, persaudaraan, dan penguatan ukhuwah bagi para tamu yang datang ke Jombang,” imbuh Akhmad Sruji.

Menurutnya, semangat melayani muktamirin selaras dengan nilai moderasi beragama yang dikembangkan Kemenag. Ia berharap fasilitas di masjid dan musala memerikan keamanan, kenyamanan, dan kemudahan para muktamirin.

“Semangat menerima, melayani, dan menghormati para muktamirin ini bagian dari upaya menjaga kerukunan sekaligus memperkuat ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah insaniyah,” ucapnya.

Kemenag Jawa Timur berharap Muktamar NU ke-35 tidak sekadar menjadi agenda organisasi, tetapi juga momentum memperkuat persaudaraan, toleransi, dan kebersamaan di tengah masyarakat.

“Semoga pelaksanaan Muktamar NU ke-35 berjalan lancar dan membawa kemaslahatan. Kita ingin Jombang memberikan kesan sebagai daerah yang ramah, terbuka, dan mampu menjadi tuan rumah yang baik bagi seluruh muktamirin,” pungkas Bahtiar.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Efendy

Tags

Terkini

Terpopuler

X