Memasuki masa pensiun sering kali membuat seseorang menerima banyak komentar mengenai pilihan hidupnya.
Saat Una mencoba aktivitas baru, ia justru mendapat berbagai pendapat yang membuatnya merasa diragukan.
Dari pengalaman tersebut, ia belajar bahwa tidak semua keputusan pribadi perlu dijelaskan kepada orang lain.
Kalimat sederhana seperti, "Terima kasih atas masukannya, tetapi saya sudah merasa nyaman dengan keputusan ini," dapat menjadi cara yang sopan untuk menetapkan batasan.
Perubahan hubungan merupakan bagian alami dari kehidupan.
Sebagian hubungan mungkin merenggang karena perubahan rutinitas, jarak, atau prioritas masing-masing.
Menurut Una, kondisi tersebut bukanlah kegagalan, melainkan proses yang wajar ketika seseorang memasuki fase kehidupan yang berbeda.
Menerima perubahan membuat seseorang lebih mudah membuka diri terhadap lingkungan dan pertemanan baru.
Banyak orang mengira pensiun berarti memiliki tenaga tanpa batas untuk memenuhi berbagai kebutuhan keluarga.
Padahal, kondisi fisik dan mental tetap membutuhkan waktu istirahat yang cukup.
Una akhirnya menetapkan batas yang jelas mengenai aktivitas yang masih mampu ia lakukan, termasuk dalam mengasuh cucu maupun menghadiri acara keluarga.
Dengan ekspektasi yang lebih realistis, hubungan bersama keluarga justru menjadi lebih sehat karena setiap pihak memahami batas masing-masing.
Salah satu langkah yang paling membantu Una adalah bergabung dengan komunitas dan membangun lingkaran pertemanan baru.
Di sana, ia merasa dihargai sebagai individu, bukan hanya berdasarkan peran sebagai ibu, nenek, atau saudara.
Selain itu, ia juga memutuskan mengikuti terapi untuk membantu memahami emosi yang selama bertahun-tahun dipendam.