Jumat, 28 Agustus 2026

Mengenal Santo Sebastian (255-288): Selamat dari Persekusi Pertama dengan Tubuh Penuh Panah, dan Menjadi Pelindung Tentara

Photo Author
Efendy, Rakyat Sultra
- Senin, 27 Juli 2026 | 09:20 WIB

Dilansir dari situs Gereja St. Andreas Kadekoya, ketika dikurung, Sebastianus dengan tegas menolak untuk mengingkari imannya. Lalu ia disiksa dengan sangat kejam. 

Setelah itu, kaisar memerintahkan untuk Sebastianus diikat di sebuah tiang yang biasa digunakan untuk latihan panah. 

Kaisar memerintahkan agar para pemanah menembaki Sebastianus dengan panah. Setelah itu tubuhnya dipenuhi panah, hampir seperti bulu babi. 

Para tentara mengira Sebastianus langsung mati dari panah-panah itu, maka mereka membuang Sebastianus.

Namun, Irene dari Roma menemukannya dan menyadari bahwa Sebastianus masih bernapas. Maka ia menyembunyikannya dan mengobatinya. 

Setelah membaik, Irene membujuk Sebastianus untuk melarikan diri agar tidak lagi disiksa oleh para tentara dan orang-orang kekaisaran. Tapi Sebastianus bukanlah orang yang seperti itu.

Sebastianus malah pergi menunjukkan dirinya kepada kaisar untuk menghentikan penganiayaannya kepada umat Kristen lain. 

Terkejut dan marah melihat bahwa Sebastianus selamat. Merasa apabila orang-orang mengetahui bahwa Sebastianus selamat, maka banyak orang mulai mempercayai Yesus. Dengan cepat Kaisar Diokletianus memerintahkan tentaranya untuk menangkap Sebastianus dan menyiksanya sampai mati. 

Memastikan bahwa Sebastianus mati, tubuhnya dibuang ke kali umum. Jenazahnya diambil dan dimakamkan di katakombe di bawah Roma oleh seorang perempuan bernama Lucina. 

Sebastianus meninggal sebagai martir Kristus pada tanggal 20 Januari tahun 288. 

Warisan

80 tahun kemudian, sekitar tahun 367, jenazahnya dipindahkan ke basilika di Roma oleh Paus Damasus I. Sisa jenazahnya dipindahkan dan dibagi-bagi kepada sebuah komunitas biarawan di Perancis. Sebagian tengkoraknya dikirimkan ke sebuah biara di Jerman pada tahun 934. 

Sekarang Santo Sebastianus dikenal sebagai pelindung dari wabah. Orang-orang percaya bahwa ia dapat melindungi umat Kristen dari wabah karena simbolisasi ia selamat dengan dipenuhi panah. 

Santo Sebastianus juga menjadi pelindung para tentara, pemanah, atlet dan mereka yang mengharapkan kematian suci. 

 
 

Suka artikelnya? Yuk traktir kopi
Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Efendy

Tags

Terkini

Api yang Belum Dijawab RUU Kehutanan

Jumat, 28 Agustus 2026 | 12:30 WIB

Terpopuler

X