RAKYAT SULTRA.id-Seorang tentara hidup dengan mengikuti perintah atasan mereka. Perintah itu biasanya untuk melindungi dan membantu rakyat, atau melawan musuh. Namun bagaimana jika musuh yang dimaksud adalah orang-orang tercinta tentara tersebut.
Tentunya tentara yang melawan perintah atasan akan segera dicabut dari tugasnya, diberhentikan, atau lebih parahnya dihukum atas tindakannya. Terkadang hukuman yang didapatkan bisa berupa hukuman penjara, tapi ada tentara yang mendapatkan hukuman lebih parah.
Salah satu tentara yang mengalami hal ini adalah Santo Sebastianus (255-288), martir dari Perancis Kuno.
Kehidupan awal
Dilansir dari Catholic.org, tidak banyak dokumentasi tentang kehidupan awal Sebastianus. Ada asumsi ia berasal dari Perancis Selatan dan bersekolah di Milan.
Dilansir dari Arthunkal Basilica, ia terlahir dari orang tua Kristen yang berasal dari Milan, tapi tinggal di Narbonne, Languedoc, Prancis.
Sebastianas sangat bertalenta dan mencintai negaranya, karena itu ia tertarik untuk bergabung ke militer Kekaisaran Roma pada tahun 283 dan dengan cepat bergabung menjadi tentara pelindung kaisar. Pada saat itu kekaisaran dipimpin oleh Kaisar Diokletianus.
Kaisar Diokletianus memiliki karir militer yang cemerlang dan berhasil mengomando penuh kekaisaran. Pemikiran ini ia ambil dari mencontoh raja-raja Persia.
Dua diakon
Saat menjadi penjaga kaisar, ada saudara kembar, Markus dan Marsellain, yang dikurung karena menolak untuk membuat kurban kepada dewa-dewi Roma. Kedua saudara tersebut adalah diakon Gereja Kristen.
Orang tua dari kedua bersaudara tersebut mengunjungi mereka dan menyuruh mereka untuk keluar dari gereja demi keselamatan mereka.
Namun, Sebastianus berhasil meyakinkan kedua orang tua tersebut untuk bergabung ke gereja. Selama bekerja sebagai tentara, Sebastianus berhasil merekrut banyak orang ke dalam gereja, termasuk sesama tentara. Akibatnya ia ketahuan sebagai orang Kristen dan dilaporkan kepada Kaisar Diokletianus.
Pada tahun 286 ia dilaporkan dan ditangkap. Pada saat itu sang kaisar terkenal akan persekusinya terhadap umat Kristen, bahkan membunuh mereka.
Hukuman mati dan pertemuan dengan Santa Irene
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.