Ketika seseorang menggunakan alasan ini untuk membenarkan sikap buruknya, hal itu menandakan arah yang keliru.
Mereka berusaha menjadikan masalah pribadinya sebagai tanggung jawab orang lain di sekitarnya.
Padahal mereka sebenarnya memiliki kendali penuh atas tindakan dan perilaku yang mereka tunjukkan sendiri.
- "Itu keputusan yang bodoh"
Mengkritik orang lain sering menjadi cara bagi orang yang sulit diajak berteman untuk merasa lebih baik.
Mereka menggunakan rasa malu dan kekejaman untuk menjatuhkan orang lain tanpa perlu mengubah dirinya sendiri.
Ucapan semacam ini tidak berasal dari niat mendukung, melainkan dari rasa tidak aman yang mendalam.
Kalimat ini digunakan untuk mencari kenyamanan sesaat di tengah ketidakstabilan yang dirasakan dalam dirinya.
- "Kamu mau aku bilang apa?"
Kalimat ini sering muncul dari orang yang minim akal sehat dalam menjalani interaksi sosial.
Mereka menolak percaya bahwa dirinya memiliki kendali penuh atas perilaku yang ditunjukkannya sendiri.
Ketika sesuatu berjalan buruk, mereka selalu mencari orang lain untuk disalahkan atas situasi tersebut.
Sikap ini membuat mereka menyulitkan orang di sekitarnya karena selalu membutuhkan arahan dan kambing hitam.
- "Siapa yang peduli?"
Orang yang benar-benar sulit diajak berteman sering menggunakan kalimat ini untuk meremehkan perasaan orang lain.
Mereka tidak dapat menerima kebahagiaan atau rasa percaya diri orang lain karena memicu gejolak dalam dirinya.
Sikap ini justru bertentangan dengan apa yang sebenarnya mereka rasakan di dalam hati mereka sendiri.
Karena enggan bertanggung jawab atas perasaannya, mereka berharap orang lain ikut merasa sengsara bersamanya.