- "Itu belum seberapa, coba dengar..."
Ketika perhatian tertuju pada orang lain, mereka sulit menerima situasi tersebut dengan lapang dada.
Mereka selalu ingin menjadi pusat perhatian meski harus memotong pembicaraan atau menyaingi cerita orang lain.
Sikap ini terasa melelahkan bagi orang di sekitarnya, namun tetap menjadi kebiasaan alami bagi mereka.
Mereka tidak benar-benar peduli terhadap ucapan orang lain kecuali jika hal itu menguntungkan dirinya sendiri.
- "Hidup memang tidak adil"
Orang yang merasa paling berhak sering mengaitkan keadilan dengan seberapa layak dirinya menerima sesuatu.
Mereka menganggap dirinya sebagai korban yang membutuhkan perhatian setiap kali menghadapi ketidakadilan sekecil apa pun.
Padahal ketidakadilan sebenarnya tidak selalu berkaitan dengan layak atau tidaknya seseorang menerima suatu hal.
Mengharapkan orang lain selalu menghibur mereka atas ketidaknyamanan kecil terasa melelahkan bagi orang di sekitarnya.