sultra-raya

6 Ucapan Orang Tua yang Jadi Penyebab Perempuan Tumbuh Merasa Menjadi Beban Menurut Psikologi

Kamis, 20 Agustus 2026 | 09:07 WIB

Standar yang sangat tinggi dan hampir mustahil dicapai sering ditetapkan bagi anak yang tidak pernah memuaskan.

Orang tua yang baik seharusnya hanya menetapkan ekspektasi yang sesuai dengan tahap perkembangan anaknya.

Orang tua yang mudah frustrasi terkadang menuntut anak bersikap seperti orang dewasa meski itu mustahil.

Perempuan yang dibesarkan dengan pola pikir selalu salah cenderung tumbuh menjadi pribadi yang perfeksionis.

Ketika membuat kesalahan, mereka merasa dunia runtuh dan enggan diketahui oleh orang terdekatnya.

  1. "Aku tidak tahu kenapa aku repot-repot mengurusmu"

Banyak perempuan tumbuh dengan rasa bersalah karena keberadaannya akibat sering mengalami manipulasi rasa bersalah semasa kecil.

Manipulasi tersebut digunakan orang tua untuk mengendalikan perilaku anak demi mendapatkan apa yang diinginkannya.

Cara ini sebenarnya bisa digantikan dengan komunikasi yang jujur, namun sering muncul akibat ketidakdewasaan emosional.

Pola asuh semacam ini membentuk perempuan yang merasa terbebani sekaligus mengalami masalah rasa ditinggalkan.

Mereka terus-menerus takut melakukan kesalahan kecil karena khawatir akan ditinggalkan oleh orang terdekatnya.

Pengalaman masa kecil ini bahkan dapat membentuk pola kelekatan yang tidak aman ketika mereka dewasa.

  1. "Kamu tidak punya alasan untuk sedih"

Kalimat ini mungkin benar dalam situasi sepele, namun tidak berlaku ketika anak sedang benar-benar kesulitan.

Orang tua yang mengucapkan ini sebenarnya mengajarkan anak untuk tidak mempercayai perasaannya sendiri.

Ketika kebutuhan emosional anak diabaikan, anak pun belajar melakukan hal yang sama terhadap dirinya sendiri.

Perempuan yang enggan mengikuti terapi atau membicarakan perasaannya sering dulu diminta berhenti mengeluh saat kecil.

Halaman:

Tags

Terkini