RAKYAT SULTRA.Id- Psikologi menjelaskan bahwa perempuan yang merasa menjadi beban bagi orang terdekatnya sering membentuk pandangan tersebut sejak masa kecil.Pesan yang diterima dari orang tua dapat membentuk persepsi keliru tentang dirinya sendiri hingga dewasa.Alih-alih menumbuhkan kekuatan, pesan tersebut justru mengajarkan rasa tidak aman yang terbawa hingga bertahun-tahun kemudian.Dilansir dari laman YourTango pada Selasa (18/8), berikut enam kalimat orang tua yang biasa menjadi penyebab perempuan tumbuh dengan perasaan menjadi beban.
- "Jangan terlalu sensitif"
perempuan yang dulu dianggap terlalu sensitif semasa kecil cenderung takut menunjukkan emosi di hadapan pasangannya.
Mereka juga sering menyalahkan diri sendiri ketika merasa kesal terhadap suatu situasi tertentu.
orang tua mereka mengajarkan bahwa perasaan selalu dikaitkan dengan sesuatu yang bersifat negatif.
Sikap ini sering muncul dari orang tua yang belum matang dalam mengelola emosinya sendiri.
Ketidakmampuan mengatur emosi tersebut kadang diwariskan dari pola asuh yang mereka terima semasa kecil.
Trauma masa kecil yang belum terselesaikan sering membuat pola pengasuhan yang sama terus berulang.
- "Kamu terlalu muda untuk punya masalah sungguhan"
Orang tua yang mengabaikan perasaan anak karena usianya dapat menciptakan bentuk pengabaian emosional yang serius.
Kondisi ini membuat anak menyimpan emosi tanpa berani menyuarakannya karena takut ditolak.
Pengabaian emosional semacam ini sering terbawa hingga anak tumbuh menjadi dewasa yang mengecilkan masalahnya sendiri.
Perempuan yang sering divalidasi secara negatif cenderung meremehkan kebutuhan dirinya demi menghindari membebani orang lain.
Sikap mengabaikan diri sendiri ini dapat membuat seseorang merasa tidak berharga atau tidak terlihat.
Kurangnya perhatian terhadap emosi sejak kecil dapat memicu kecemasan besar saat seseorang tumbuh dewasa.
- "Kamu tidak pernah menuruti perkataanku"
Orang tua dengan sifat narsistik cenderung menggunakan kalimat mutlak untuk merendahkan anaknya sendiri.