sultra-raya

Abdul Hakim Mahfudz Siap Jika Ditugaskan Maju sebagai Calon Ketum PBNU

Senin, 10 Agustus 2026 | 09:04 WIB

Pernyataan tersebut menunjukkan keterbukaan Abdul Hakim untuk menjalankan amanah organisasi, termasuk apabila dipercaya maju dalam kontestasi Ketua Umum PBNU. Namun, ia tetap menempatkan prinsip khidmah sebagai landasan utama dalam setiap tugas yang dijalankan di lingkungan NU.

Didukung PWNU Jawa Timur

Dukungan terhadap Abdul Hakim Mahfudz untuk maju sebagai calon Ketua Umum PBNU disebut datang dari Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur.

KH Abdul Matin Jawahir mengatakan, pencalonan tersebut tidak berangkat dari ambisi pribadi Abdul Hakim untuk menduduki posisi Ketua Umum PBNU. Menurutnya, Abdul Hakim justru sempat menolak ketika diminta untuk maju.

“Sedikit saya sampaikan, saat saya minta waktu di Lampung, beliau masih menolak untuk menjadi calon ketua umum,” ujar KH Abdul Matin Jawahir.

Menurut Abdul Matin, sikap tersebut menunjukkan bahwa Abdul Hakim pada awalnya tidak menghendaki posisi tersebut. Namun, setelah mendapatkan penugasan dan dukungan dari NU Jawa Timur, ia akhirnya bersedia menjalankan amanah organisasi.

Karena itu, pencalonan Abdul Hakim dinilai lebih didasari semangat khidmah dan kesiapan menjalankan amanah daripada kepentingan pribadi.

Abdul Matin juga menegaskan semangat yang dibawa dalam pencalonan tersebut adalah membangun NU yang teduh, mengedepankan persatuan, serta menghindari dinamika organisasi yang berujung pada kegaduhan.

“NU teduh tanpa gaduh,” tegas KH Abdul Matin Jawahir.

Sikap tersebut sejalan dengan penekanan Abdul Hakim bahwa posisi dalam organisasi bukanlah tujuan utama. Baginya, setiap amanah di NU harus diarahkan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat dan melanjutkan pengabdian kepada umat.

Halaman:

Tags

Terkini

Api yang Belum Dijawab RUU Kehutanan

Jumat, 28 Agustus 2026 | 12:30 WIB