sultra-raya

Menlu Iran Bongkar Isi Negosiasi dengan Utusan Trump: Jangan Ancam atau Suap Kami, AS Kalah di Perang 12 Hari

Selasa, 21 Juli 2026 | 08:43 WIB

RAKYAT SULTRA.id-Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengungkap isi pembicaraannya dengan utusan khusus Amerika Serikat (AS) Steve Witkoff di tengah memanasnya konflik Timur Tengah.

Araghchi menegaskan Iran menolak tuntutan penghentian total pengayaan uranium dan mengklaim sikap tegas Teheran membuat Washington gagal mencapai tujuannya melalui jalur diplomasi sebelum akhirnya memilih opsi militer.

Dalam wawancara dengan Mehr News, Araghchi mengatakan AS sempat meminta Iran menghentikan seluruh aktivitas pengayaan uranium sebelum pecahnya perang yang berlangsung selama 12 hari.

"Sebagai tanggapan atas tuntutan yang ilegal dan tidak masuk akal untuk menghentikan pengayaan uranium hingga nol, kami melawan dan tetap teguh. Ketika mereka melihat tidak bisa mendapatkan apa yang mereka inginkan melalui negosiasi, mereka memulai perang," kata Araghchi.

 

Menurut dia, keteguhan Iran di meja perundingan membuat AS beralih ke jalur militer. Namun, Araghchi mengklaim langkah tersebut tidak membuahkan hasil.

"Mereka kalah dalam perang 12 hari," ujarnya.

Araghchi Ungkap Percakapan dengan Steve Witkoff

Araghchi juga menceritakan salah satu momen dalam pembicaraannya dengan utusan AS Steve Witkoff. Ia menggambarkan tekanan yang dihadapi para pejabat Iran selama konflik berlangsung.

"Pernahkah Anda berada dalam sebuah pertemuan dan setiap saat berpikir ruangan itu bisa dibom? Mereka hanya menatap saya tanpa berkata apa-apa," tutur Araghchi.

Ia melanjutkan dengan menggambarkan situasi yang menurutnya dialami para pejabat Iran selama perang.

"Saya berkata, pernahkah Anda berbicara melalui telepon sambil berpikir bahwa setiap saat Anda bisa meledak? Pernahkah Anda menghubungi keluarga dan berpikir itu mungkin percakapan terakhir? Kami mengalami semua itu dan tetap bertahan. Anda harus berbicara kepada kami dengan cara yang berbeda. Anda tidak bisa mengancam kami, dan Anda tidak bisa menyuap kami," tegasnya.

Iran Klaim Tolak Tawaran AS

Araghchi mengungkapkan bahwa AS juga menawarkan pembangunan pembangkit listrik dan infrastruktur sebagai bagian dari upaya mencapai kesepakatan dengan Iran. Namun, menurutnya, tawaran tersebut langsung ditolak.

"Saya mengatakan tidak ada suap, tidak ada ancaman. Anda hanya bisa mengancam seseorang yang takut. Ketika kami datang dengan kesadaran bahwa apa pun bisa terjadi kepada kami setiap saat, Anda tidak akan bisa menakut-nakuti saya," katanya.

Halaman:

Tags

Terkini

Api yang Belum Dijawab RUU Kehutanan

Jumat, 28 Agustus 2026 | 12:30 WIB