Singgung Penangkapan Presiden Venezuela
Dalam wawancara itu, Araghchi turut menyinggung operasi AS pada 3 Januari yang disebutnya berhasil menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan membawanya ke New York untuk diadili.
Ia menegaskan Iran tidak akan bereaksi seperti yang menurutnya terjadi di Venezuela.
"Ini bukan Venezuela, tempat Anda membawa satu orang lalu semua orang menjadi takut dan mundur," ujar Araghchi.
Sebut AS dan Israel Salah Perhitungan
Araghchi menilai AS dan Israel melakukan dua kesalahan besar dalam menghadapi Iran.
Menurutnya, Israel awalnya memperkirakan serangan singkat sudah cukup untuk melumpuhkan kemampuan Iran sekaligus menggulingkan pemerintahan Republik Islam.
"Rezim Zionis berpikir dengan serangan singkat mereka bisa menghancurkan segalanya, membongkarnya, lalu sistem akan runtuh dan Republik Islam menyerah."
Namun, skenario tersebut tidak terjadi. Araghchi mengklaim dukungan masyarakat terhadap pemerintah Iran tetap bertahan sehingga perang tidak berkembang sesuai harapan Israel.
"Ketika itu tidak terjadi, karena mereka tidak siap menghadapi perang yang berkepanjangan dan masyarakat tidak berbalik melawan sistem, mereka akhirnya terpaksa menghentikan perang," kata Araghchi.
Pernyataan Araghchi menjadi salah satu penjelasan paling rinci dari pejabat senior Iran mengenai jalannya negosiasi dengan AS sebelum konflik bersenjata pecah. Meski demikian, klaim-klaim tersebut merupakan pandangan pemerintah Iran dan belum mendapat tanggapan resmi dari pemerintah Amerika Serikat.