Teknologi serupa juga dimanfaatkan di laboratorium untuk menjaga akurasi peralatan sensitif serta mencegah kontaminasi sampel penelitian.
Adapun di ruang arsip, pengendalian kelembapan membantu melindungi dokumen dan mikrofilm dari pelapukan, sedangkan di industri farmasi serta makanan dan minuman menjaga kualitas produk agar tetap sesuai standar produksi.