sultra-raya

Pesawat Anoa Boeng 737-300 "Terbakar"

Selasa, 27 September 2016 | 14:12 WIB

-
Ketgam: Personel gabungan bersama Basarnas Kendari saat mengevakuasi penumpang Pesawat Anoa yang terbakar di Bandara Haluoleo Kendari, Senin (26/9).(Wahyudi/Humas Basarnas Kendari)

 

RAKYATSULTRA.COM, KENDARI - Pesawat Anoa Boeng 737-300 rute Makasar-Kendari mengalami kebakaran saat hendak mendarat di Bandara Haluoleo Kendari. Pesawat ini terbakar setelah mengudara beberapa jam lamanya.

Kebakaran ini terjadi di bagian samping kanan badan pesawat. Pesawat Anoa diketahui memuat 65 penumpang asal Surabaya tujuan Kendari.

Pesawat Boeng 737-300 berangkat dari Bandara Surabaya sekitar pukul 06.00 Wita dan mengalami kebakaran sekitar pukul 11.00 Wita.

Dilaporkan oleh petugas Bandara Haluoleo Kendari, saat pertengahan jalan antara Surabaya dan Kendari mengalami kerusakan pada bagian hidrolik.

Seluruh penumpang berhasil dievakuasi oleh tim gabungan yang berasal dari personel Pertolongan Kecelakaan Penerbangan dan Pemadam Kebakaran (PKP-PK) Bandara Haluoleo, Basarnas Kendari, BNPB Sultra, Dinkes Sultra, serta TNI/Polri.

Sementara di luar Bandara Haluoleo Kendari, di bagian pusat informasi, keluarga korban berdatangan untuk mencari informasi terkait dengan keadaan kerabatnya.

Sedangkan saat dikonfirmasi, Kepala Unit Pelaksana Bandara Haluoleo Kendari Sarmanto membenarkan pesawat tersebut mengalami kebakaran dikarenakan ada kerusakan pada bagian hidroliknya.

"Jadi pada bagian kapal ini mengalami gangguan yang tidak normal, jadi kita antisipasi sejak dilaporkan dalam perjalanan menuju Kendari," kata Sarmanto, Senin (26/9).

Namun Sarmanto tak lupa mengatakan peristiwa itu bukanlah kecelakan sungguhan, melainkan kejadian di Bandara Haluoleo itu merupakan kegiatan Airport Emergency Exercise tahun 2016.

Dimana, lanjut Sarmanto, pihaknya bersama stekholder mengadakan simulasi penanggulangan keadaan darurat atu penanganan kecelakaan pada pesawat.

Masih kata dia, langkah itu dilakukan untuk mempersiapkan diri jika terjadi suatu gangguan yang tidak normal di Bandara Haluoleo. Selain itu simulasi ini merupakan bagian dari program Kementerian Perhubungan kepada setiap Bandar agar mampu menjamin keamanan dan keselamatan penumpang dan maskapai penerbangan.

"Jadi kegiatan ini sudah diatur dalam undang-undang dimana setiap bandara harus mengadakan latihan Pengaggulangan keadaan darurat. Dan ini juga sudah dianggarkan oleh Kementrian Perhubungan pada dua tahun sekali," tuturnya.

Sarmanto juga menambahkan bandara Haluoleo sebagai Bandara Transit untuk penerbangan Kawasan Indonesia Timur selain Bandara Hasanuddin Makassar tergolomg padat.

Halaman:

Tags

Terkini

Api yang Belum Dijawab RUU Kehutanan

Jumat, 28 Agustus 2026 | 12:30 WIB