LANGARA, Rakyatsultra.id - Pemerintah Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep) terus mendorong percepatan pembangunan di Pulau Wawonii, optimalisasi pengelolaan dan serapan anggaran dalam pencapaian target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) telah banyak memberikan hasil yang menggembirakan.
Demikian yang disampaikan Bupati Konkep, Ir H Amrullah MT saat membuka kegiatan focus group discussion (FGD) percepatan penyaluran dana desa tahap I dan DAK Fisik Tahap II Tahun 2024 di pendopo Rujab Bupati Konkep, Rabu (18/9).
Deretan pencapaian RPJMD Kabupaten Konkep di antaranya, mendorong percepatan pembangunan infrastruktur daerah kawasan permukiman dan prasarana wilayah, yakni terbangunnya konektivitas wilayah di seluruh Pulau Wawonii.
Peningkatan Sumberdaya Manusia melalui Wawonii program beasiswa Wawonii Cerdas yang digelontorkan anggaran Rp7 Miliar setiap tahunnya. Hal ini mendorong peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).
"Pada tahun 2016, IPM kita berada pada urutan ke 17 dari 17 Kabupaten Kota di Sultra. Allhamdulillah pada tahun 2023 IPM kita berada di urutan ke 13 dari 17 Kabupaten Kota di Sultra," jelasnya.
Kemudian sambungnya, dari aspek ekonomi. Pemkab Konkep terus meningkatkan daya saing perekonomian berbasis potensi daerah, hal ini ditandai dengan penyelenggaraan pemerintahan berbasis elektronik, dalam penggunaan elektronifikasi Pemerintah daerah pada Tahun 2021 dikategorikan sebagai daerah berkembang.
"Tahun 2022 sebagai daerah maju, dan tahun 2023 semester satu, kita sebagai daerah digital. Dan Allhamdulillah tahun 2024 semester satu, Pemerintahan Kabupaten Konawe Kepulauan berada pada peringat pertama, sebagai daerah digital oleh Bank Indonesia," katanya
Dan yang menggembirakan terbaru, sambungnya, Pemkab Konkep adalah sebagai mitra terbaik satu, Government Finance Statistics (GFC) oleh Direktorat Jenderal Kanwil Perbendaharaan Negara (KPPN) Sultra.
Belum lagi kata Amrullah peningkatan dan tata kelola birokrasi dan pelayanan publik, yang ditandai dengan pencapaian opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Sultra, serta peningkatan kualitas lingkungan hidup dan ketahanan bencana.
Meski demikian, Bupati Konkep dua periode itu menyadari, bahwa banyak hal yang harus dibenahi, termasuk pengelolaan keuangan desa, agar dapat dimaksimalkan untuk mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat Pulau Wawonii.
"Untuk itu kami berpesan kepada para kepala desa agar benar-benar dana desa dikelola dengan baik sehingga tidak menimbulkan masalah yang berdampak pada pelanggaran hukum. Akhirnya atasnama pribadi, dan pemerintah daerah saya menyampaikan permohonan maaf, yang setulus-tulusnya atas segala kekurangan semoga segala upaya kita dapat bernilai pahala, dalam pengabdian kita kepada daerah kita tercinta, Pulau Wawonii," tandasnya. r2