“Dalam melaksanakan patroli pengawasan, mari kita bahu membahu mengawasi setiap tahapan pemilu, dengan sikap netral dan objektif. Laporkan segala potensi pelanggaran dengan bijaksana dan hindari yang dapat memicu ketegangan di masyarakat,” pesannya.
Ia meyakini, semua pihak termasuk para petugas yang terlibat dalam proses Pemilu, memiliki tugas mulia dan tanggung jawab yang besar, untuk memastikan pemilihan umum tahun 2024 berjalan dengan aman, damai dan tanpa cela, serta sesuai dengan ketentuan perundang undangan.
Lanjut ia menyampaikan, dalam rangka pengawasan tahapan masa tenang, pemungutan dan penghitungan suara, terdapat beberapa arahan yang perlu menjadi perhatian bersama.
Pertama, netralitas dan kemandirian. Para pengawas pemilu diharapkan dapat menjalankan tugasnya dengan netral dan mandiri, tanpa adanya intervensi dari pihak manapun saat melaksanakan tugas pengawasan.
Kedua, kondisi kesehatan adalah suatu tantangan bagi para pengawas pemilu. Untuk itu, dia meyakini jika jiwa dan raga dalam kondisi baik, maka kerja di lapangan juga akan baik.
Ketiga, keamanan para pengawas pemilu harus menjadi prioritas utama. Untuk itu, perlu memastikan yang dilengkapi dengan peralatan pelindung diri, yang sesuai dengan kondisi cuaca.
“Lakukan pemantauan cuaca secara terus menerus yang dapat diakses melalui laman web Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Perbaharui informasi cuaca secara berkala untk mengantisipasi perubahan yang mungkin terjadi,” tutupnya. EDISI/RS