Jumat, 28 Agustus 2026

Kuliner Khas Pangandaran yang Wajib Dicoba, dari Pindang Gunung hingga Seafood

Photo Author
Efendy, Rakyat Sultra
- Rabu, 26 Agustus 2026 | 08:46 WIB

Berbeda dari anggapan bahwa ikan asin selalu tipis dan keras, jambal roti dikenal memiliki daging yang relatif tebal dan tekstur yang lebih empuk.

Produk ini cocok dibawa pulang bagi pencinta lauk berbahan ikan.

Namun, wisatawan sebaiknya memperhatikan kemasan ketika membelinya agar aroma ikan tidak mengganggu barang bawaan selama perjalanan.

2. Sale Pisang

Sale pisang menjadi pilihan lain untuk oleh-oleh karena relatif praktis dibawa dalam perjalanan.

Pisang diolah melalui proses pengeringan sehingga menghasilkan tekstur dan rasa manis yang khas. Aromanya juga menjadi bagian dari daya tarik camilan tradisional ini.

Sale pisang cocok untuk wisatawan yang mencari buah tangan dengan rasa manis dan tidak terlalu merepotkan untuk dibawa pulang.

3. Noga Kelapa

Bagi pencinta camilan tradisional, noga kelapa patut masuk daftar. Makanan manis ini dibuat dari kelapa parut dan gula.

Rasanya sederhana, tetapi justru menawarkan karakter jajanan tradisional yang mulai sulit ditemukan di tengah banyaknya makanan modern.

Noga kelapa bisa menjadi pilihan oleh-oleh untuk keluarga atau teman yang ingin mencoba camilan khas daerah.

Cara Menuju Pangandaran dari Jakarta dan Bandung

Setelah menentukan makanan yang ingin dicoba, persoalan berikutnya adalah bagaimana menuju Pangandaran.

Dari Jakarta atau Bekasi, perjalanan darat menuju Pangandaran berjarak sekitar 358 kilometer. Rute yang umum dilalui melewati Tol Cipularang, Bandung, Tasikmalaya, Ciamis, Banjar, kemudian menuju Pangandaran.

Dengan kendaraan pribadi, perjalanan dapat memakan waktu sekitar 6–8 jam, tergantung kondisi lalu lintas, cuaca, waktu keberangkatan, dan kondisi jalan.

Sementara itu, perjalanan dari Bandung menuju Pangandaran berjarak sekitar 236 kilometer. Jalurnya dapat ditempuh melalui Tasikmalaya dan Banjar dengan estimasi waktu sekitar 6–7 jam.

Wisatawan perlu memperhitungkan kondisi jalan karena perjalanan menuju Pangandaran tidak seluruhnya berupa jalur lurus. Sejumlah ruas memiliki kelokan, tanjakan, dan turunan, terutama ketika memasuki kawasan perbukitan.

Karena itu, sebelum berangkat, pastikan kondisi kendaraan, terutama rem, ban, dan mesin, dalam keadaan prima.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Efendy

Terkini

Terpopuler

X