Secara keseluruhan tidak kurang dari 21 alutsista TNI AU terlibat dalam operasi tersebut. Termasuk diantaranya 2.500 prajurit yang ikut mendistribusikan lebih dari 4.000 ton bantuan. Belum lagi pangkalan-pangkalan serta satuan-satuan Angkatan Udara yang ikut turun tangan.
”Penanggulangan bencana Sumatera dilaksanakan secara cepat dan terkoordinasi dengan pengerahan hingga 21 alutsista dan 2.500 personel TNI Angkatan Udara, serta distribusi lebih dari 4.000 ton bantuan yang menjangkau masyarakat yang terdampak,” kata dia.
Sejak pertama kali operasi kemanusiaan tersebut berlangsung, Lanud Halim Perdanakusuma tidak pernah tidur. Siang dan malam, para prajurit berjibaku untuk secepat-cepatnya menyalurkan bantuan yang terkumpul untuk para korban terdampak bencana alam di Sumatera.
Hari-hari itu, pesawat angkut berat TNI AU seperti Super Hercules dan A400M yang didatangkan oleh Presiden Prabowo lagi-lagi memegang peranan kunci. Alutsista tersebut menjadi jembatan penghubung paling cepat dan efektif untuk memenuhi kebutuhan korban terdampak bencana alam di Sumatera.