“Kami juga ingin mengucapkan terima kasih kepada Bang Erick Thohir, ketua umum PSSI. Bagaimana pun, perubahan yang beliau bawa telah menciptakan lingkungan kompetisi yang lebih baik,” ujarnya.
“Terima kasih kepada Bang Maruara Sirait dan seluruh jajaran penyelenggara, yang telah menyediakan panggung yang begitu istimewa. Kami bangga bisa mencatatkan sejarah di Piala Presiden ini,” lanjut Azrul.
Pernyataan tersebut menunjukkan kemenangan Persebaya Surabaya tidak hanya dimaknai sebagai trofi, tetapi juga sebagai awal perjalanan menuju musim baru.
Azrul Ananda turut menyampaikan apresiasi kepada Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi atas kolaborasi yang selama ini diberikan untuk mendukung Persebaya Surabaya.
Ia juga memberikan penghormatan kepada Kapolrestabes Surabaya Kombes Luthfie Sulistiawan yang disebut selalu menemani dan menjadi bapak bagi pecinta Green Force.
“Terima kasih kepada Wali Kota Surabaya, mas Eri Cahyadi, atas segala kolaborasinya untuk membantu mewujudkan Persebaya yang lebih baik,” kata Azrul.
Ia kemudian menambahkan, “Terima kasih kepada Kapolrestabes Surabaya Bapak Kombes Luthfie Sulistiawan, yang selalu penuh energi menemani dan menjadi bapak untuk seluruh pecinta Persebaya.”
Bagi Azrul, keberhasilan di Piala Presiden 2026 mampu menghadirkan kebahagiaan besar meski turnamen tersebut masih berstatus pramusim.
“Walau pun ini masih pramusim, tapi saya bisa merasakan betapa besarnya kebahagiaan yang telah diberikan Persebaya kepada semua pihak yang mencintainya,” ujarnya.
Kebahagiaan tersebut menjadi dorongan bagi Persebaya Surabaya untuk melanjutkan perjuangan pada kompetisi musim 2026/2027.
“Ini mendorong kami untuk terus melangkah ke depan, terus mengejar kebahagiaan-kebahagiaan selanjutnya. Dengan cara yang sebaik-baiknya,” tutur Azrul.
Azrul Ananda sendiri tidak bisa langsung ikut merayakan pesta juara bersama para pemain, staf, dan suporter Persebaya Surabaya.
Ia mengaku harus mengantarkan putranya berangkat sekolah ke Kansas, tempat yang juga pernah menjadi bagian dari perjalanan hidupnya.
“Mohon izin, saya belum bisa ikut berpesta bersama teman-teman. Izinkan saya pamit sejenak mengantarkan putra saya untuk berangkat sekolah ke Kansas,” ucap Azrul.
Di tengah momen tersebut, Azrul membagikan filosofi dari motto Kansas, “Ad Astra per Aspera”. Ia menerjemahkannya sebagai “To The Stars Through Difficulty” atau “Menuju Bintang Melalui Kesulitan”.