Seperti juga sudah disinggung di atas, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengaku telah menerima laporan mengenai insiden di Pelabuhan Damietta. Meski tidak menyebut Iran secara langsung, ia mengisyaratkan bahwa pola serangan tersebut serupa dengan aksi yang sebelumnya dilakukan Teheran maupun kelompok proksinya.
"Ini sedikit lebih sama. Tapi itu akan meluruskan," kata Trump kepada wartawan.
Pernyataan itu muncul hanya beberapa jam setelah Amerika Serikat bersama Arab Saudi melancarkan serangan udara terhadap kelompok bersenjata pro-Iran di Irak.
Washington dan Riyadh menyebut kelompok tersebut telah menyerang fasilitas minyak Arab Saudi menggunakan drone sebanyak 30 kali dalam beberapa hari terakhir atas arahan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC).
Di sisi lain, Popular Mobilisation Forces (PMF), kelompok paramiliter Irak yang didominasi milisi Syiah pro-Iran, mengklaim sedikitnya 20 anggotanya tewas dalam serangan udara tersebut dan menyebut aksi itu sebagai eskalasi yang sangat serius.
Kementerian Luar Negeri Iran juga mengecam serangan tersebut serta memperingatkan akan munculnya konsekuensi berbahaya.
Situasi semakin memanas setelah pada Rabu malam waktu setempat, Amerika Serikat melancarkan gelombang serangan besar ke wilayah Iran sebagai balasan atas dugaan upaya serangan rudal mendadak yang menargetkan fasilitas militer AS di Yordania.