Sebagian besar kasus ditemukan melalui layanan pada kelompok populasi kunci. lebih dari separuhnya tercatat sebagai LSL (521 kasus).
Kemudian ada populasi yang belum teridentifikasi faktor risikonya (210), ibu hamil (60), pasien TBC (44), dan pasangan berisiko tinggi (41 kasus).
Selain itu, ada pasangan ODHIV (39), pekerja seks perempuan (32), pelanggan pekerja seks (24), waria (11), pasien infeksi menular seksual (9), warga binaan pemasyarakatan (8), calon pengantin (4), serta pengguna napza suntik (1).
Dari kelompok usia ini, 572 orang masih menjalani pengobatan, 123 orang meninggal, dan 311 orang berstatus LFU.
Data tersebut menunjukkan pentingnya perluasan skrining HIV pada berbagai pintu masuk layanan kesehatan serta penguatan pendampingan agar pasien tetap bertahan dalam pengobatan.