Jumat, 28 Agustus 2026

Di tengah tantangan memperluas pasar produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), sektor penerbangan mulai dimanfaatkan sebagai jalur pemasaran al

Photo Author
Efendy, Rakyat Sultra
- Selasa, 28 Juli 2026 | 09:00 WIB

RALYAT SULTRA.id- Di tengah tantangan memperluas pasar produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), sektor penerbangan mulai dimanfaatkan sebagai jalur pemasaran alternatif. Produk-produk lokal kini dipasarkan melalui layanan penjualan di seluruh penerbangan domestik, Pelita Air.

Melalui kolaborasi antara Pertamina dan Pelita Air, produk-produk unggulan UMKM kini mendapatkan akses pasar yang lebih luas dengan hadir langsung di semua penerbangan domestik Pelita Air.

Inisiatif ini memberikan ruang yang lebih luas bagi UMKM binaan Pertamina untuk memasarkan produknya melalui jaringan penerbangan Pelita Air yang tersebar di 15 kota destinasi wisata unggulan di Indonesia, mulai dari Banda Aceh, Medan, Pekanbaru, Padang, Palembang, Jakarta, Yogyakarta, Surabaya, Denpasar, Lombok, Pontianak, Balikpapan, Banjarmasin, Kendari, hingga Makassar.

 Di tengah tantangan memperluas pasar produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), sektor penerbangan mulai dimanfaatkan sebagai jalur pemasaran alternatif. Produk-produk lokal kini dipasarkan melalui layanan penjualan di seluruh penerbangan domestik, Pelita Air.

Melalui kolaborasi antara Pertamina dan Pelita Air, produk-produk unggulan UMKM kini mendapatkan akses pasar yang lebih luas dengan hadir langsung di semua penerbangan domestik Pelita Air.

Inisiatif ini memberikan ruang yang lebih luas bagi UMKM binaan Pertamina untuk memasarkan produknya melalui jaringan PENERBANGAN Pelita Air yang tersebar di 15 kota destinasi wisata unggulan di Indonesia, mulai dari Banda Aceh, Medan, Pekanbaru, Padang, Palembang, Jakarta, Yogyakarta, Surabaya, Denpasar, Lombok, Pontianak, Balikpapan, Banjarmasin, Kendari, hingga Makassar.

 

Kehadiran produk UMKM di kabin Pelita Air merupakan perpanjangan dari agenda besar Pertamina dalam mendorong Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN).

 

Dalam Pertamina P3DN Summit 2026 yang digelar di Jakarta, Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri, menegaskan bahwa penguatan industri nasional merupakan bagian dari visi pembangunan dalam Asta Cita Pemerintah, khususnya dalam meningkatkan nilai tambah industri dan mewujudkan kemandirian ekonomi.

"Pertamina ingin menjadi lokomotif yang menggerakkan industri nasional menuju panggung global," ujar Simon.

Menurutnya, setiap langkah bisnis Perusahaan harus mampu memperkuat kapasitas industri dalam negeri, sehingga tidak hanya menghadirkan manfaat komersial, tetapi juga menjadi fondasi bagi kemandirian ekonomi Indonesia.

Semangat itulah yang kini diterjemahkan ke skala yang lebih dekat dengan masyarakat: dari penguatan rantai pasok industri berskala besar, hingga produk buatan pelaku usaha kecil yang kini tersedia di setiap PENERBANGAN Pelita Air.

Corporate Secretary PT Pertamina (Persero), Arya Dwi Paramita, mengatakan UMKM memiliki peran penting dalam perekonomian Indonesia. UMKM menjadi pilar utama dalam pembangunan ekonomi kerakyatan dan telah terbukti mendukung pertumbuhan ekonomi nasional, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

 

"Sebagai BUMN, Pertamina berkomitmen penuh untuk melakukan pembinaan dan pemberdayaan UMKM sebagai salah satu implementasi Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Perusahaan serta mendukung pencapaian Asta Cita Presiden, khususnya poin ke-3 terkait Penciptaan Lapangan Kerja Berkualitas dan Pengembangan Kewirausahaan," ujar Arya.

Sejalan dengan hal tersebut, Direktur Utama Pelita Air, Faik Fahmi, menyatakan bahwa inisiatif ini lahir atas kecintaan yang nyata terhadap produk asli Indonesia. Sinergi Pelita Air dan Pertamina dalam menghubungkan pembinaan UMKM dengan akses pasar membuat pertumbuhan bisnis dapat berjalan beriringan dengan pemberdayaan ekonomi nasional.

"Kecintaan kepada Indonesia harus diwujudkan melalui aksi nyata yang memberikan manfaat berkelanjutan. Kami meyakini bahwa Pelita Air adalah saluran pemasaran yang tepat bagi UMKM binaan Pertamina untuk dapat dikenal lebih jauh oleh masyarakat. Kami percaya, ketika layanan penerbangan mampu menciptakan nilai tambah ekonomi sekaligus membuka ruang bagi UMKM untuk terus berkembang, maka di situlah konektivitas tak sekadar menghubungkan wilayah, tetapi juga menggerakkan roda perekonomian negeri," tegas Faik.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Efendy

Tags

Terkini

Api yang Belum Dijawab RUU Kehutanan

Jumat, 28 Agustus 2026 | 12:30 WIB

Terpopuler

X