Jumat, 28 Agustus 2026

Rantai Dipotong Prabowo, Pupuk Indonesia Langsung Bekerja Maksimal

Photo Author
Efendy, Rakyat Sultra
- Selasa, 28 Juli 2026 | 08:41 WIB

Yang dipotong itu cabang-cabang yang jauh dari sekarung pupuk. Rekayasa Industri, jasa konstruksi, lengkap dengan pembangkit listrik di Mamuju. Pupuk Indonesia Logistik, pelayaran dan kapal tanker. Pupuk Indonesia Niaga, berdagang dari batu bara sampai karung. Pupuk Indonesia Utilitas, menjual energi dan uap. Pupuk Indonesia Pangan, mengurus pangan.

Di lapis cucu, lebih lebar lagi. Pestisida lewat Petrokimia Kayaku dan Petrosida. Asam fosfat lewat Petro Jordan Abadi. Amonium nitrat lewat Kaltim Nitrate. Ada kawasan industri di Gresik dan Bontang. Ada jasa boga, ada klinik, ada rumah sakit, ada properti. Perusahaan pupuk, tapi punya pelayaran, punya pembangkit, punya kawasan industri, bahkan rumah sakit.

Semua itu dirapikan. Grup diarahkan ke tiga lini inti saja, Agrichemical, Industrial Chemical dan Clean Ammonia, ditopang satu pengelola bahan baku, Feedstock Co. Yang menggerakkan, BP BUMN bersama Danantara. Yang mengumumkan, Dony Oskaria, pada awal Juni 2026.

Lima pabrik pupuk tak disentuh. Itu urat nadi. Gunting hanya bekerja di ranting, bukan di batang. Dirut hadir dengan visi baru yang bisa ia operasionalkan, bukan sekadar indah di tayangan.

Di bawah pengelolaan Danantara, kinerja keuangannya melonjak. Pada semester pertama 2026, pendapatan mencapai Rp 59,67 triliun, tumbuh 51 persen, EBITDA Rp 14,28 triliun, tumbuh 140 persen, dan laba bersih Rp 8,51 triliun, tumbuh 253 persen. Setahun penuh 2024, pendapatannya tercatat Rp 81,6 triliun.

Kekuatan yang pulih itu bahkan menembus ekspor, dengan pengapalan perdana 47.250 ton urea ke Australia pada pertengahan 2026. Tetapi, urutannya tetap dijaga, dalam negeri lebih dulu, petani sendiri lebih dulu, baru kemudian ekspor sebagai kelebihan.

Petani Tersenyum, Lumbung Terisi

Buah dari semua itu terbaca pada angka kesejahteraan. Nilai Tukar Petani, ukuran daya beli petani, mencetak rekor. Dari 125,35 pada Desember 2025, ia naik ke 127,65 pada Juni 2026, yang oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman disebut tertinggi dalam 34 tahun terakhir. Indeks harga yang diterima petani padi menembus 149,65, tertinggi dalam tujuh tahun. Sepanjang 2025, harga gabah tak pernah jatuh di bawah harga pembelian pemerintah Rp6.500 per kilogram.

Dan, lumbung memang terisi. Badan Pusat Statistik mencatat produksi padi 2025 sekitar 71,95 juta ton gabah kering panen, naik 13,29 persen dari tahun sebelumnya. Kenaikan tertinggi dalam satu dekade. Setara beras, angkanya 34,69 juta ton, jauh melampaui kebutuhan konsumsi nasional yang 30 sampai 31 juta ton. Cadangan beras pemerintah menembus tiga juta ton, tertinggi sepanjang sejarah. Pada semester pertama 2026 tren itu berlanjut, dengan produksi beras 19,31 juta ton, tetap surplus terhadap konsumsi.

Jadi, swasembadaberas itu memang terjadi. Mengejutkan bagi sejumlah pihak, sedang lainnya tak percaya. Sesuatu yang baru memang melahirkan kejutan listrik. Dan, pupuk, yang sebenarnya untuk tanah, selama ini diatur di atas meja, jadi rumit. Prabowo memangkas semua itu. Sejarah diulang kembali, bekerja untuk petani, seperti 1984 dulu, ketika Soeharto dipanggil FAO ke Roma untuk mengabarkan, Indonesia sudah bisa menanak nasinya sendiri.

Dan benar, Roma tak dibuat dalam satu malam. Swasembada yang kini kembali ini pun bukan mukjizat semalam. Ini, hasil aturan yang diluruskan, harga yang diturunkan. Dan, jalan pupuk yang diperpendek sampai ke tangan petani.

 

Suka artikelnya? Yuk traktir kopi
Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Efendy

Tags

Terkini

Api yang Belum Dijawab RUU Kehutanan

Jumat, 28 Agustus 2026 | 12:30 WIB

Terpopuler

X