RAKYAT SULTRA.id-Persebaya Surabaya gagal mempertahankan keunggulan dua gol saat menghadapi PSIS Semarang dalam laga ekshibisi bertajuk Persebaya 99th Anniversary Game di Stadion Gelora Bung Tomo, Minggu (19/7/2026). Disaksikan 34.015 penonton, Green Force harus puas bermain imbang 2-2 setelah Laskar Mahesa Jenar bangkit pada babak kedua lewat dua gol Lorensius Sabda.
Bagaimana Persebaya Surabaya Menguasai Babak Pertama?
persebaya surabaya tampil dominan sejak menit awal dengan mengandalkan kreativitas Francisco Rivera sebagai motor serangan. Tim asuhan Bernardo Tavares terus menekan pertahanan PSIS semarang melalui kombinasi umpan-umpan pendek dan permainan dari kedua sisi lapangan.
alex martins menjadi ancaman utama lewat kemampuan duel udaranya. Beberapa peluang sempat diciptakan penyerang anyar tersebut, namun penyelesaian akhirnya masih mampu digagalkan lini belakang maupun kiper PSIS semarang, Rizky Darmawan.
Dicky Kurniawan juga beberapa kali menguji ketangguhan Rizky Darmawan, tetapi belum berhasil memecah kebuntuan. Tekanan persebaya surabaya akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-35.
Gol bermula dari sepak pojok Francisco Rivera yang mengarah ke kotak penalti. Sundulan alex martins gagal diantisipasi sempurna oleh Rizky Darmawan sehingga bola masuk ke gawang dan membawa Persebaya Surabaya unggul 1-0 hingga turun minum.
Mengapa Keunggulan Persebaya Surabaya Hilang?
Memasuki babak kedua, Bernardo Tavares melakukan sejumlah pergantian pemain untuk menguji kedalaman skuad. Yann Mabella dan Yusuf Meilana menjadi dua pemain yang langsung memberikan dampak positif bagi permainan Green Force.
Pada menit ke-53, Yusuf Meilana mengirim umpan lambung akurat yang membelah pertahanan PSIS Semarang. Yann Mabella berhasil menyambut bola dengan penyelesaian tenang untuk menggandakan keunggulan Persebaya Surabaya menjadi 2-0.
Keunggulan dua gol membuat Persebaya Surabaya tampak berada di atas angin. Namun, PSIS Semarang mulai meningkatkan intensitas serangan dengan memanfaatkan kecepatan permainan dari sektor sayap.
Perubahan ritme permainan membuat pertahanan Green Force mulai mendapat tekanan. Tim tamu mampu menciptakan beberapa peluang berbahaya sebelum akhirnya berhasil memecah kebuntuan pada pertengahan babak kedua.
Lorensius Sabda Jadi Penyelamat PSIS Semarang
PSIS Semarang memperkecil ketertinggalan pada menit ke-74 melalui Lorensius Sabda. Gol tersebut membangkitkan kepercayaan diri tim asuhan Widodo Cahyono Putro untuk terus menekan hingga menit-menit akhir pertandingan.
Momentum kemudian sepenuhnya berpihak kepada Laskar Mahesa Jenar. Saat Persebaya Surabaya berupaya mempertahankan keunggulan, PSIS justru mampu memanfaatkan ruang kosong melalui serangan balik cepat.
Lorensius Sabda kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-84. Brace yang dicetaknya memastikan PSIS Semarang menyamakan kedudukan menjadi 2-2 sekaligus menggagalkan kemenangan Persebaya Surabaya di hadapan pendukung sendiri.
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.