La Furia Roja tampil efektif sepanjang pertandingan. Penalti Mikel Oyarzabal membuka keunggulan sebelum Pedro Porro memastikan kemenangan 2-0 yang mengantarkan Spanyol menuju final.
Kesamaan itu menjadi fakta statistik ketiga yang membuat peluang Spanyol semakin menarik untuk dibahas. Dalam tiga turnamen sebelumnya, kemenangan atas Prancis di semifinal selalu menjadi jalan menuju gelar juara.
Memang, sepak bola tidak pernah ditentukan oleh statistik semata. Namun, pola yang sudah berulang tiga kali tersebut sulit diabaikan karena melibatkan pelatih yang sama dan menghasilkan akhir yang identik.
Luis de la Fuente juga dikenal mampu menjaga konsistensi permainan timnya pada fase gugur. Spanyol tampil disiplin dalam bertahan sekaligus efektif memanfaatkan peluang sehingga lawan kerap kesulitan membalikkan keadaan.
Final kali ini tentu menghadirkan tantangan berbeda. Argentina datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah menyingkirkan Inggris dengan skor 2-1 dan memiliki pengalaman tampil pada laga-laga besar.
Meski demikian, Spanyol juga datang dengan modal yang tidak kalah meyakinkan.
Mereka berhasil melewati salah satu kandidat juara dengan permainan yang matang serta memperlihatkan keseimbangan antara lini pertahanan dan serangan.
Kehadiran pemain berpengalaman seperti Mikel Oyarzabal dipadukan dengan kualitas sejumlah pemain lain membuat La Furia Roja memiliki banyak opsi untuk membongkar pertahanan lawan.
Efektivitas penyelesaian akhir juga menjadi salah satu kekuatan yang terlihat sepanjang fase gugur.
Di sisi lain, Luis de la Fuente kembali memiliki kesempatan memperpanjang catatan impresifnya bersama Timnas Spanyol.
Fakta ketiga, sejauh ini ia telah menghadirkan empat gelar, yakni Euro U-19 2015, Euro U-21 2019, UEFA Nations League 2022/2023, dan Euro 2024.
Apabila mampu mengalahkan Argentina di final Piala Dunia 2026, pelatih berusia 65 tahun itu akan menambah koleksi trofinya sekaligus memperkuat pola statistik unik yang terus mengiringi perjalanan kariernya.
Tentu saja, sejarah tidak akan mencetak gol di lapangan. Namun, tiga fakta statistik yang terus berulang setiap kali Spanyol mengalahkan Prancis di semifinal menjadi modal psikologis yang menarik menjelang partai puncak.
Kini, publik hanya tinggal menunggu apakah pola tersebut kembali berakhir dengan trofi.
Jika sejarah kembali berpihak kepada Luis de la Fuente, maka kemenangan atas Prancis sekali lagi akan menjadi awal dari kisah juara Spanyol di panggung sepak bola dunia.