KENDARI, RSONLINEā calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kendari Abdul Rasak dan Haris Andi Surahman sudah menginstruksikan kepada tim pemenangan agar selalu melakukan kampanye damai. Mereka bahkan menyampaikan kepada simpatisan agar tidak perlu mengumbar aib calon-calon lain.
Hal ini disampaikan Haris Andi Surahman saat mengunjungi Kantor Harian Rakyat Sultra bersama Abdul Rasak, Kamis (6/10). Haris tidak menginginkan Kendari seperti daerah lain yang diwarnai konflik gara-gara pilkada.
"Kita boleh beda pendapat, tetapi silaturahmi dan rasa kekeluargaan harus dijaga. Saya juga memberi tahu pasangan lain supaya menyampaikan pendukungnya agar menghindari anarkis, hindari kampanye hitam, dan menghindari kampanye yang menyerang pribadi," katanya.
Di internal tim pemenangan, Haris sudah meminta tim supaya tidak menjelek-jelekan pasangan lain. Sebab setiap orang punya latar belakang masing-masing. Kini, pihaknya lebih fokus bersaing menyampaikan program-program ke masyarakat dan berkompetisi secara sehat.
"Pak Rasak selalu bilang, pemilihan wali kota harus sejuk dan diwarnai kedamaian," ujar Haris Andi Surahman.
Abdul Rasak juga menginginkan pemilihan wali kota (pilwali) bisa berlangsung lancar tanpa ada perpecahan. Sehingga, pesta demokrasi berlangsung dengan baik dan bisa menghasilkan pemimpin terbaik.
Legislator tiga periode ini berjanji akan membenahi Kota Kendari apabila terpilih kelak. Dia bertekad akan menyiapkan sarana yang baik di ibu kota sehingga orang yang masuk ke Kendari bisa lebih nyaman.
Politikus Partai Amanat Nasional ini berjanji akan mengurangi angka kemiskinan di ibu kota. Menurutnya ketika angka kemiskinan bisa berkurang maka kesejahteraan masyarakat bisa meningkat.
Untuk mengurangi angka kemiskinan, masyarakat tidak bisa cuma mengandalkan bantuan langsung seperti pemberian beras miskin (raskin).
"Sampai kapan masyarakat kita akan diberikan raskin? Makanya untuk mengurangi kemiskinan, kita harus ciptakan kemandirian. Dalam mewujudkan kemandirian masyarakat, kita perlu siapkan fasilitas sehingga timbul kemandirian dari profesi mereka masing-masing. Dengan begitu, akan terbuka ruang-ruang kerja," jelasnya.
Ketika ruang kerja terbuka maka angka pengangguran menurun sekaligus menekan angka kemiskinan. Selain program itu, Rasak berjanji akan melakukan rehabilitasi rumah warga yang kurang mampu apabila memimpin Kendari.
"Kita target selama lima tahun, rehabilitasi rumah warga akan diperbanyak," ucapnya.
Di samping itu, pihaknya akan mendata berapa warga yang belum punya lahan dan belum punya rumah serta berapa warga yang punya lahan tapi tak punya rumah.
"Setelah itu, kita akan bagi per wilayah. Kenapa harus per wilayah? Karena ada kecamatan yang tanahnya sudah mahal. Contohnya Mandonga-Puuwatu. Kalau di Mandonga, harga tanah pasti mahal. Jadi kita beli tanah di Puuwatu. Di sana, kita bebaskan tanahnya dan kita bangunkan rumah untuk warga (kurang mampu yang tak punya rumah dan tak punya lahan)," akunya.