RAKYATSULTRA.COM, KENDARI - Tim psikologi pemeriksaan kesehatan jika calon kepala daerah dan wakil kepala daerah yang diketuai Nurhaerani Haeba telah selesai memeriksa kesehatan jiwa para calon.
Seluruh calon yang menjalani tes berjumlah 38 orang atau 19 pasangan, calon bupati/walikota dan wakil bupati/wakil walikota dari tujuh daerah yang mengelar Pilkada Serentak.
Tim psikologi yang ditunjuk memeriksa kesehatan jiwa calon, merupakan anggota dari Himpunan Psikologi (Himpsi) Sultra berjumlah enam orang.
Nurhaerani ditemui saat melakukan pemeriksaan jiwa mengungkapkan dalam tes psikologi, ada empat aspek yang menjadi titik utama penilaian yakni, kemampuan kognitif, kematangan emosi, kemampuan menyelesaikan masalah, serta kemampuan beradaptasi dalam kondisi apapun.
Sedangkan dalam skenario tes, setiap peserta diberikan waktu tiga jam untuk mengerjakan tes tertulis, setelah itu langsung interview.
Selain itu, tim pemeriksa juga memberikan standar penilaian yakni rendah, sedang, tinggi dan cukup tinggi. Untuk hasilnya sendiri, Himpsi akan menyerahkan langsung ke KPU SUltra, sebab untuk mengumumkan hasilnya menjadi ranah KPU.
Apakah hasil dari tes psikologi bisa menggugurkan pencalonan kepala daerah? Salah satu komisioner KPU Sultra La Ode Abdul Natsir Muthalib menyampaikan, jika didalam pemeriksaan dinyatakan tidak memenuhi standar yang sudah ditetapkan Himpsi, maka dipastikan calon tersebut akan langsung digugurkan. Bahkan KPU menyatakan tidak ada proses banding sedikitpun atas hasil yang sudah ditetapkan.
Pihaknya juga memastikan semua yang terlibat, baik dalam tes kesehatan jasmani, tes narkoba dan psikologi, semua penilaiannya sangat independen dan profesional.
Karenanya, KPU menyerahkan sepenuhnya hasil tes kepada tiga lembaga masing-masing yang menangani pemeriksaan kesehatan para balon kepala daerah, yakni, IDI Sultra, BNN Sultra dan Himpsi.
Rencananya, 28 September 2016 pihak Himpsi akan menyerahkan hasilnya ke KPU Sultra, dalam bentuk rekomendasi apakah layak atau tidak layak untuk jadi pemimpin daerah.
Dalam pelaksanaan tes jiwa, ada saja kejadian menarik yang terjadi. Sebut saja Adriatma Dwi Putra (ADP) yang saat ini menjadi balon Walikota Kendari. Usai sesi pertama pemeriksaan, ADP menceritakan cukup lumayan soal-soal yang disuguhkan Himpsi.
Menurutnya, soal yang disodorkan tidak masuk dalam kategori sulit tapi juga tidak mudah. Gampang-gampang sulit menurutnya.
ADP mengaku, tes psikologi cukup menarik, sebab Himpsi menyuguhkan pertanyaan-pertanyaan kreasi seperti gambar, sehingga setiap orang menunjukan kreativitasnya masing-masing dalam menebak pola gambar.
Ditanya terkait persiapannya dalam menghadapi tes jiwa, Adri sapaan akrabnya mengaku tak biasa-biasa saja, dan mengalir apa adanya. Salah satu kendala yang dilalui hanya ketersediaan waktu saja.