Jumat, 17 April 2026

Unsultra-FIM PII Komitmen Majukan SDM Pertambangan Sultra

Photo Author
Alfin, Rakyat Sultra
- Selasa, 30 Januari 2024 | 20:35 WIB

Rektor Unsultra Prof Dr Ir H Andi Bahrun MSc Agric dan Ketua FIM PII Sultra Dr Cand Ir Muhammad Fahrullah ST MT saat melakukan penandatanganan MoU. Foto: Dirma/RS
Rektor Unsultra Prof Dr Ir H Andi Bahrun MSc Agric dan Ketua FIM PII Sultra Dr Cand Ir Muhammad Fahrullah ST MT saat melakukan penandatanganan MoU. Foto: Dirma/RS

KENDARI, rakyatsultra.id - Forum Insinyur Muda (FIM) Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) Goes To Campus di Universitas Sulawesi Tenggara (Unsultra) bertajuk “Tantangan dan Peluang Insinyur Muda dalam Menghadapi Perkembangan Industri Pertambangan di Indonesia”, di Gedung WTC Unsultra, Senin (29/1).

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Rektor Unsultra Prof Dr Ir H Andi Bahrun MSc Agric, Wakil Dekan Fakultas Teknik  Sufrianto SE MSi, Ketua FIM PII Sultra yang juga Ahli Pertambangan Sultra Dr Cand Ir Muhammad Fahrullah ST MT IPM ACPE ASEAN ENG, Ahli Transportasi FIM PII Sultra Ir Altafakur La Ode ST MT IPM serta para dosen dan mahasiswa Fakultas Teknik khususnya Program Studi Teknik Pertambangan, Teknik Geologi, Teknik Mesin, Teknik Sipil dan Kimia.

Selain itu, dilakukan juga penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara FIM PII Sultra dengan Unsultra yang dilakukan oleh Rektor Unsultra Prof Dr Ir H Andi Bahrun MSc Agric dan Ketua FIM PII Sultra Dr Cand Ir Muhammad Fahrullah ST MT IPM ACPE ASEAN, serta dilakukan penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) antara FIM PII Sultra dengan Fakultas Teknik Unsultra yang dilakukan oleh Wakil Dekan Fakultas Teknik Sufrianto SE MSi bersama Ketua FIM PII Sultra Dr Cand Ir Muhammad Fahrullah ST MT IPM ACPE ASEAN.

Baca Juga: Unsultra Siap Kembangkan SDM Perkebunan Kelapa Sawit

Baca Juga: Unsultra dan Pemda Wakatobi Jalin Kerjasama

Sementara Ketua FIM PII Sultra Dr Cand Ir Muhammad Fahrullah sangat berterima kasih adanya kerjasama dengan Unsultra dan mendapat kesempatan berbagi pengetahuan dan pengalaman. "Hal ini juga merupakan komitmen kami dalam mengambil bagian dalam upaya peningkatan kualitas SDM dan lebih khusus untuk memaksimalkan peran para insinyir muda dalam pembangunan dan untuk kesejahteraan masyarakat," ujarnya.

Wakil Dekan Fakultas Teknik Sufrianto juga mengapresiasi kegiatan yang diselenggarakan oleh Program Studi Pertambangan dan meyakini kegiatan ini akan memberikan manfaat yang besar bagi peningkatan kompetensi  dan profesionalisme mahasiswa.

Sementara itu, Rektor Unsultra Prof Andi Bahrun mengatakan bahwa kegiatan Institusi atau Perusahaan Go To Campus atau kegiatan forum ilmiah yang berkerjasama dengan Unsultra seperti ini sudah menjadi tradisi di kampus merah maron itu yang dirangkaikan dengan penandatanganan MoU dan MoA serta dianjutkan dengan diskusi ilmiah terkait relevan dengan potensi sumber daya alam Sultra sebagai masa depan Indonesia yaitu tentang tantangan dan peluang insinyur muda didalam pengembangan industri pertambangan di Indonesia khususnya di Sultra.

Sambungannya, ia menaruh harapan besar pada Forum Insinyiur Muda untuk mengambilan peran  dalam optimalisasi pengelolaan dan peningkatan nilai tambah sumber daya alam. FIM PII Kumpulan generasi milenial dan generasi Z sehingga ia yakin mereka memiliki komitmen dan semangat yang luar biasa  untuk membangun daerah, optimalisasi pemanfaatan sumber daya alam dan nilai tambah serta untuk memajukan daerah dan bangsanya.

"Kegiatan ini dilaksanakan Prodi Pertambangan dan ada MoU dan MoA dengan PT. Geomine Engineers Indonesia dan tentu saya sangat mengapresiasi dan bersyukur karena jaringan Kerjasama dengan berbagai pihak terus bertambah dan  kegiatan forum- forum ilmiah  terus digelorakan oleh Fakultas dan Program studi. Hal ini sesuatu akademik atmosfir yang baik bagi Unsultra dalam rangka memungkinkan tantangan menjadi peluang terutama untuk peningkatan nilai tambah dari hasil bumi kita yang kaya ini  serta  untuk pengembangan industrialisasi pertambang di Sultra khususnya," ujarnya.

Ia mengatakan, program studi tidak hanya didorong untuk berkerjasama dengan Pemerintah Daerah tetapi harus mengembangkan kerjasama dengan pihak  swasta, terkait kerjasama dibidang peningkatan kualitas SDM, magang dan dana sharing kegiatan riset pengembangan. Artinya bagaimana pihak swasta juga kedepan itu bisa saling sharing pendanaan dengan perguruan tinggi dalam melakukan riset pengembangan terutama untuk peningkatan nilai tambah produk unggulan daerah.

Sambungannya, jika nilai tambah produk/SDA meningkat maka akan meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan Masyarakat serta  bisa meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Bumi Anoa. Selain itu, ia berharap implementasi dari MoU ini tidak hanya dilakukan di kampus, melainkan dapat dilakukan di daerah Kawasan industri  tertentu atau di lapangan  baik untuk kegiatan diskusi, FGD maupun kegiatan magang dan praktek dan lain sebagainya.

"Adanya program MBKM, akan sangat memungkinkan kita tingkatkan frekuensi dan kualitas penyelenggaraannya, terutama dengan pendekatan penta helix, yang mencakup akademisi, pemerintah, pelaku bisnis, community, dan media," tuturnya. RS

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Alfin

Tags

Terkini

Gen Z Jadi Tantangan Baru pembinaan Gerakan Pramuka

Kamis, 11 Desember 2025 | 10:24 WIB

Batako Ramah Lingkungan dari Sargassum (Sargablock)

Rabu, 19 November 2025 | 13:58 WIB
X