Konawe Utara, Rakyatsultra.id – Universitas Halu Oleo (UHO) meluncurkan solusi cerdas untuk mengatasi masalah air minum di Kelurahan Andowia, Kecamatan Andowia, Kabupaten Konawe Utara. Melalui Program Kemitraan Masyarakat Internal UHO (PKMI-UHO) 2025, tim peneliti UHO sukses menyelenggarakan pelatihan pengolahan air tidak layak konsumsi menjadi air bersih menggunakan teknologi tepat guna yang inovatif.
Tim dosen mengangkat tema "Pelatih Pengolahan Air Tidak Layak Konsumsi menjadi Air Bersih menggunakan Absorben Kombinasi Limbah Abu Sekam Padi dan Pasir secara Teknologi Tepat Guna di Kelurahan Andowia, Konawe Utara".
Kabupaten Konawe Utara dikenal sebagai salah satu daerah dengan cadangan nikel terbesar di Sulawesi Tenggara. Sayangnya, wilayah seperti Kelurahan Andowia sering terdampak banjir, yang memperburuk kualitas air yang dikonsumsi masyarakat dari sumur gali, sumur bor, maupun PDAM.
"Saat musim hujan, air konsumsi warga seringkali keruh, berwarna, dan mengalami gangguan kualitas, baik dari aspek fisik seperti bau dan kekeruhan, hingga potensi kimiawi seperti kandungan logam berat," jelas Dr. La Harimu, S.Pd., M.Si., Ketua Tim Pengusul PKMI-UHO 2025.
???? Solusi Berbasis Limbah: Adsorben Kombinasi Ajaib
Harimu mengatakan pelatihan dilaksanakan pada 23 Oktober 2025, fokus mengajarkan masyarakat cara membuat dan menggunakan adsorben berbahan dasar limbah abu sekam padi yang dikombinasikan dengan pasir pantai.
Menurutnya, abu sekam padi, yang umumnya terbuang, memiliki potensi besar sebagai bahan penyerap (adsorben) untuk menghilangkan zat pencemar dalam air. Dikombinasikan dengan pasir pantai, bahan ini diintegrasikan ke dalam desain alat filtrasi sederhana untuk menyaring air.
"Tujuan utama kami adalah melatih masyarakat agar mandiri mengatasi masalah air tidak layak konsumsi di daerah rawan banjir dekat areal tambang menjadi air yang aman diminum. Kami memanfaatkan bahan yang mudah didapatkan dan murah," tambah Dr. La Harimu.
Program ini mendapatkan sambutan hangat dan dukungan penuh dari berbagai pihak, termasuk Lurah Andowia, Ketua RT/RW, Kepala Lingkungan, BPD, dan seluruh masyarakat Andowia yang terlibat aktif dalam pelatihan.
Tim peneliti UHO yang terlibat dalam program ini terdiri dari akademisi lintas disiplin, yaitu: Ketua: Dr. La Harimu, S.Pd., M.Si dan anggota Dr Dahlan, M.Si, Dr. Damhuri, S.Pd., MP, Wa Ode Mulyana, M.Sc, Drs Haeruddin, M.Si, Mariani L., M.Sc, dan Fatahu, M.Si.
Output konkret dari PKMI-UHO 2025 ini telah diserahkan kepada masyarakat Kelurahan Andowia, berupa:
1. Adsorben Abu Sekam Padi dan Pasir Pantai yang siap digunakan.
2. Desain Alat Filtrasi atau Penyaring air yang sederhana dan efektif.
3. Air layak konsumsi sebagai hasil akhir yang dapat dimanfaatkan langsung oleh warga.