Suara khas Bilal yang dulu mampu menggetarkan Madinah. Penduduk kota tersentak kaget. Hampir semua keluar dari rumah dan berlari menuju ke masjid.
Puncaknya ketika sampai pada kalimat "Asyhadu anna Muhammadan Rasulullah". Bilal tak sanggup melanjutkannya. Dia kembali menangis. Betapa rindunya dia dengan Rasulullah SAW.
Orang-orang yang tiba di masjid juga menangis. Mereka merasakan kesedihan yang begitu dalam. Hari itu Bilal kembali membuka kenangan mereka akan Rasulullah.
Tahun 20 Hijriah, wabah penyakit menjangkiti penduduk Syam. Bilal bin Rabah salah satu yang terkena penyakit tersebut. Wajahnya pucat dan matanya terlihat sangat cekung.
Saat kematiannya sudah dekat, Bilal berbisik pada istrinya. “Besok kita akan bertemu dengan orang-orang yang kita cintai, Muhammad dan golongan orang-orang yang bersamanya,”
Bilal menyambut kematiannya dengan kepasrahan dan kebahagiaan akan bertemu dengan Rasulullah. Budak yang dulu dimerdekakan oleh Islam. Muazin pertama dalam Islam. Sahabat yang mulia.
Dialah pria yang disebut Rasulullah, telah terdengar suara langkah sandalnya di surga. (nu)