SURABAYA – Penanganan pasien kanker masih terlambat. banyak penderita kanker yang datang ke rumah sakit sudah dalam stadium akhir. Sehingga upaya untuk memaksimalkan kesembuhan menjadi lebih kecil.
Fakta itu diungkapkan Ketua YKI Jawa Timur Joni Wahyuhadi. Oleh sebab itu, dia bertekad akan banyak melakukan upaya preventif dengan cara sosialisasi deteksi dini yang lebih masif. Salah satunya dengan melibatkan media massa ataupun sosialisasi oleh organisasi-organisasi masyarakat.
”Salah satu target kami bagaimana kanker payudara ini bisa terdeteksi lebih dini jumlah angka kesembuhan menjadi lebih banyak,” kata Joni Wahyuhadi.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak pengurus Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Jawa Timur memaksimalkan upaya promotif dan preventif deteksi dini serta suportif-paliatif. Sebab, hal itu berdampak signifikan pada peningkatan angka kesembuhan bagi penderita kanker terlebih kanker serviks dan payudara.
”Kita persambungkan dengan arahan Ketua Umum YKI pusat yang mengajak kita memaksimalkan deteksi dini promotif, deteksi dini preventif, ditambah suportif paliatif,” kata Gubernur Khofifah pada pengukuhkan pengurus YKI Cabang Koordinator Jatim masa bakti 2022-2027.
Pengurus YKI Cabang Koordinator Jawa Timur masa bakti 2022-2027 dikukuhkan berdasar SK Nomor 114 SK Cabang V Tahun 2022 tanggal 12 Mei 2022 tentang Pengukuhan Indonesia Jawa Timur Masa Bakti 2022-2027. Pengurus YKI Cabang Koordinator Jatim juga dikukuhkan secara virtual oleh Ketua Umum YKI Pusat Aru Wisaksono Sudoyo. Pengukuhan tersebut dilakukan secara simbolis kepada 9 orang pengurus ditandai dengan penyematan pin oleh Gubernur Jawa Timur dan diikuti 41 orang pengurus lainnya.
Gubernur Khofifah menjelaskan, upaya promotif dan preventif deteksi dini dapat dengan menambah titik-titik pap smear dan mammografi. Caranya, dengan melibatkan banyak pihak. Termasuk sinergitas dengan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur dan organisasi-organisasi masyarakat yang memiliki rumah sakit dan klinik di berbagai daerah.