Jumat, 28 Agustus 2026

Ingin Anak Anda Cepat berbicara? Simak Tipsnya dari Dokter

Photo Author
Efendy, Rakyat Sultra
- Minggu, 15 September 2024 | 14:37 WIB
Ibu sedang mengajari anaknya berbicara. (ilustrasi)
Ibu sedang mengajari anaknya berbicara. (ilustrasi)

JAKARTA - Mengajari anak untuk dapat berbicara itu sangat penting guna membantu tumbuh kembang anak. Pola pengajaran orang tua kepada anak untuk dapat lekas berbicara, berbeda-beda. Namun, tenang. Salah satu dokter spesialis anak akan memberikan sejumlah cara dan tips untuk para orang tua di rumah.

Dokter spesialis anak RS Dr. Ben Mboi Kupang Winda Yanuarni Meye memberikan sejumlah tip mengajari anak berbicara, seperti kontak mata, penggunaan bahasa baku, serta menyanyi.

Winda mengatakan dalam tahapan perkembangan anak, terdapat empat aspek. Bicara serta bahasa merupakan salah satu aspek tersebut. Dia mengatakan, proses belajar anak-anak adalah dengan meniru sehingga saat mengajari, perlu dipastikan ada kontak mata agar anak dapat belajar.

"Jadi anak kan umumnya ukurannya mungil ya, kalau kita orang dewasa ngomong ke anak tapi sambil berdiri atau anak tidak melihat wajah kita, tidak melihat gerakan bibir dan mulut kita, nanti anak tidak bisa meniru kita. Jadi hanya ada suara-suara yang masuk, tapi karena tidak ada kontak mata langsung anak jadi bingung bagaimana merespons terhadap suara-suara ini," katanya dalam siaran pers oleh Kementerian Kesehatan di Jakarta, Rabu (11/9/2024).

Winda menyebutkan, selain kontak mata, perlu mengajari anak dengan bahasa baku. Dia mencontohkan, kata 'makan' sebaiknya tidak diganti menjadi mamam atau maem karena dapat membuat anak bingung.

Kemudian, ujarnya, perlu menghindari penggunaan berbagai bahasa dan berfokus pada bahasa ibu terlebih dahulu. Apabila sudah bisa, boleh mengajari bahasa-bahasa lain, seperti bahasa daerah. Secara teori, katanya, mengajari anak untuk berbahasa lain di luar bahasa ibu umumnya saat anak berusia dua tahun.

"Kemudian menyanyi. Nah, menyanyi itu bagi kita orang dewasa apaan sih, nyanyi doang gitu, ya. Tapi bagi anak itu adalah suatu proses pembelajaran yang sangat kompleks," kata dia.

Dia menjelaskan saat menyanyi, anak harus mengetahui kata dan merangkainya menjadi kalimat, kemudian menyanyikannya dengan nada-nada tertentu. Oleh karena itu, memberi stimulus dengan menyanyikan lagu anak-anak dapat menjadi sebuah pilihan.

Menurut Winda, secara umum, ketika anak memasuki umur 24 bulan atau 2 tahun, mereka sudah dapat merangkai kata-kata yang dapat dipahami orang dewasa, contohnya ayah main atau ibu sapu.

Dalam kesempatan itu, dia juga menyarankan untuk membatasi penggunaan gawai karena tidak ada komunikasi dua arah yang dapat membantu perkembangan anak.

"Yang disarankan adalah menggunakan gawai tapi untuk kegiatan yang interaktif. Jadi contohnya mungkin orang tuanya atau saudara kakek neneknya berada di luar kota kadang-kadang kita melakukan panggilan video, video call," katanya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Efendy

Tags

Terkini

Menpora Lepas Kontngen Paralimpiade Indonesia

Jumat, 16 Agustus 2024 | 09:41 WIB

5 Sayuran Ini Sahabat Terbaik Penderita Diabetes

Jumat, 5 April 2024 | 08:28 WIB

7 Manfaat Buah Naga Yang Belum Diketahui!

Senin, 1 April 2024 | 10:28 WIB

Tips Berbuka Puasa Agar Lambung Tak Gampang Sakit

Senin, 18 Maret 2024 | 09:10 WIB

5 Makanan Ini Terbukti Ampuh Kurangi Stres

Rabu, 28 Februari 2024 | 08:30 WIB

Terpopuler

X