sultra-raya

Kebakaran di Blok Ranu Kembang, TNBTS Tutup Total Pendakian Gunung Semeru

Kamis, 27 Agustus 2026 | 09:32 WIB

RAKYAT SULTRA.id- Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) mendadak menutup seluruh aktivitas pendakian Gunung Semeru, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, mulai hari ini, Rabu (26/8).

Keputusan tersebut diambil menyusul kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di kawasan Blok Ranu Kembang, sebagaimana tercantum dalam pengumuman resmi nomor PG.20/T.8/TU/HMS.01.07/B/08/2026.

Salinan surat pengumuman dibagikan ke berbagai platform resmi BB TNBTS, seperti unggahan di akun Instagram @bbtnbromotenggersemeru yang dilihat JawaPos.com, Rabu malam (26/8).

 
 

Kepala Balai Besar TNBTS, Rudijanta Tjahja Nugraha menyebut penutupan dilakukan guna memperlancar pengendalian dan pemadaman kebakaran serta evakuasi pengunjung demi menjamin keselamatan.

"Jalur pendakian gunung semiru DITUTUP SECARA TOTAL, terhitung sejak pengumuman ini diterbitkan (Rabu, 26 Agustus 2026) sampai dengan batas waktu yang belum ditentukan," kata Rudijanta dalam keterangannya. 

 

Selama masa penutupan Gunung semiru BB TNBTS menyediakan mekanisme penjadwalan ulang (reschedule) dan pengembalian biaya (refund) bagi masyarakat yang terlanjur membeli tiket masuk melalui sistem booking online.

"Informasi mengenai ketentuan dan mekanisme refund maupun reschedule akan disampaikan pada kesempatan berikutnya, seyelah kegiatan pendakian (Gunung Semeru) kembali dibuka," imbuhnya.

Meskipun Gunung Semeru ditutup, kunjungan wisata ke Ranu Regulo tetap dibuka sesuai ketentuan yang berlaku. Akses transportasi Malang-Lumajang melalui Kecamatan Poncokusumo dan Senduro juga dapat dilalui.

Rudijanta mengimbau Masyarakat, pengunjung, dan pelaku jasa wisata untuk bersama-sama menjaga kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) dari ancaman kebakaran 

"Kami mengimbau untuk tidak melakukan aktivitas yang dapat menimbulkan sumber api, termasuk menyalakan api unggun, membaka sampah, menyalakan petasan, kembang api, flare, dan lainnya," beber Rudijanta.

"Mohon doa dan dukungannya agar proses pengendalian kebakaran dapat berialan lancar dan kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBS) segera kembali aman," pungkasnya. (*)

 

Tags

Terkini