Dana tersebut dialokasikan untuk membiayai pengadaan fasilitas kesehatan hingga pembenahan sarana jalan di kawasan pabrik.
"Bahkan saya bisa beli 38 ambulans tahun kemarin karena dana bagi hasil. Bisa memperbaiki Puskesmas, rumah sakit dari situ," kata Rio.
Terkait hubungan keuangan pusat dan daerah, kedua pemimpin daerah ini mengakui adanya penyesuaian alokasi transfer yang memicu efisiensi belanja operasional.
Meski demikian, pemerintah pusat dinilai tetap responsif melalui kebijakan spesifik seperti Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD) dan tambahan bantuan alokasi anggaran lainnya.
Meskipun menghadapi efisiensi fiskal, Bupati Situbondo mencatat tren positif pada indikator makroekonomi wilayahnya.
"Jadi gini, kita ini kan NKRI. Saya negara di level kabupaten, beliau (Emil Dardak) negara di level provinsi, presiden negara di level paling atas," kata Rio.
"Pertumbuhan ekonomi di Situbondo tumbuh. Angka kemiskinan turun. Indikator makro ekonomi positif," sambung dia.