Di tengah pengamanan aksi, Reynold mengingatkan seluruh peserta demonstrasi agar tidak melakukan tindakan anarkis maupun merusak fasilitas umum.
"Kami mengajak seluruh elemen yang terlibat untuk bersama-sama menjaga Jakarta Pusat tetap aman dan kondusif. Mari kita kawal penyampaian aspirasi ini agar berjalan dengan tertib, damai, dan tidak mengganggu keamanan maupun aktivitas masyarakat," pungkasnya.
Salah satu aksi yang digelar hari ini melibatkan Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) bersama kelompok masyarakat sipil di depan Gedung DPR/MPR RI.
Aksi tersebut diperkirakan diikuti ribuan massa dan dijadwalkan dimulai pukul 10.00 WIB. Massa membawa dua tuntutan, yakni mendesak pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset serta penerapan hukuman mati bagi pelaku tindak pidana korupsi.
Koordinator AMPB Supriyono alias Botok menegaskan aksi tersebut bukan gerakan untuk menjatuhkan pemerintahan Prabowo-Gibran.
Menurut dia, tuntutan yang disuarakan justru merupakan bentuk dukungan agar pemerintahan dapat berjalan lebih baik.
"Kita fokus pada dua tuntutan itu. Tidak ada lengserkan Prabowo-Gibran, tidak ada. Kita mendukung pemerintahan Prabowo agar lebih baik," tegas Botok.
Botok juga membantah anggapan bahwa aksi warga Pati tersebut ditunggangi elite politik tertentu, termasuk kelompok yang disebut sebagai 'Geng Solo' maupun kelompok penguasa lainnya.
"Kita tidak kenal geng Solo, kita enggak kenal geng penguasa. Ini adalah murni gerakan rakyat, rakyat biasa yang berasal dari kampung," ujarnya.