RAKYAT SULTRA.ID- Sarapan menjadi salah satu waktu makan penting untuk mengawali aktivitas. Tidak sedikit orang memilih buah atau jus buah karena dianggap praktis sekaligus menjadi sumber nutrisi.Namun, buah utuh dan jus buah sebenarnya memiliki karakteristik yang berbeda. Ketika buah diolah menjadi jus, sebagian serat dapat hilang, sementara gula alaminya menjadi lebih mudah dikonsumsi dalam jumlah banyak.
Karena itu, menjadikan jus buah sebagai satu-satunya menu sarapan mungkin bukan pilihan yang paling ideal bagi sebagian orang.
1. Gula lebih mudah dikonsumsi dalam jumlah banyak
Kondisi tersebut dapat menyebabkan kadar gula darah meningkat lebih cepat, terutama jika jus diminum tanpa makanan lain yang mengandung protein, lemak, atau serat.
Bagi orang yang perlu mengontrol kadar gula darah, jumlah dan jenis jus yang dikonsumsi sebaiknya menjadi perhatian.
2. Kandungan serat lebih rendah dibandingkan buah utuh
Salah satu perbedaan utama antara buah utuh dan jus adalah kandungan seratnya. Ketika buah dikonsumsi secara utuh, serat dari daging dan bagian buah lainnya masih ikut dimakan.
Serat membantu memperlambat proses pencernaan dan penyerapan gula sekaligus mendukung kesehatan sistem pencernaan.
Sementara itu, jus yang disaring biasanya mengandung serat jauh lebih sedikit. Karena itu, buah utuh umumnya lebih mengenyangkan dibandingkan jus.
3. Tidak selalu membuat kenyang
Segelas jus dapat memberikan asupan kalori, tetapi belum tentu memberikan rasa kenyang yang sama seperti mengonsumsi buah secara utuh.
Minuman juga biasanya lebih cepat dikonsumsi sehingga seseorang dapat memasukkan cukup banyak kalori dalam waktu singkat.
Jika sarapan hanya terdiri dari jus, rasa lapar dapat muncul kembali lebih cepat. Agar lebih seimbang, jus sebaiknya tidak dijadikan satu-satunya sumber makanan pada pagi hari.
4. Dapat memengaruhi kesehatan gigi