Macam-Macam EDS
Dilansir dari Cleveland Clinic, ada banyak sekali tipe EDS, saat ini terhitung ada 13 tipe EDS yang terklasifikasi dari gejala-gejala pasien. Beberapa tipe EDS paling umum adalah:
- Hypermobile EDS: ini adalah EDS paling umum ditemukan, dimana pasien memiliki persendian yang sangat lentur. Para ahli medis menyebutnya hipermobilitas.
- Classical EDS: mirip seperti hypermobile EDS, tapi EDS tipe ini mempengaruhi kulit pasien daripada sebelumnya.
- Cardiac-valvular EDS: selain gejala pada kulit dan persendian, tipe ini ditemukan bisa mempengaruhi sistem kardiovaskular dan katup jantung.
- Vascular EDS: tipe ini adalah EDS paling langka, karena EDS ini tidak mempengaruhi hipermobilitas pada sendi, tapi mempengaruhi sel-sel darah dan penghubungnya ke organ dalam.
Diagnosis
Dilansir dari Siloam Hospitals, proses penegakan diagnosis EDS dimulai dengan wawancara medis oleh dokter kepada pasien mengenai gejala dan riwayat kesehatan medis pasien serta keluarganya.
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik secara menyeluruh. Ia akan mencari gejala-gejala paling umum, seperti sendi longgar, kulit rapuh atau melar, hingga riwayat kesehatan keluarga.
Dari situ dokter akan mencatat dan menyesuaikan pada kriteria tipe apa EDS yang diderita oleh pasien.
Dokter mungkin dapat melakukan pemeriksaan penunjang, seperti tes genetik, CT scan, MRI, dan ekokardiografi.
Pengobatan dan Penanggulangan
EDS tidak dapat disembuhkan, tapi dokter dapat merekomendasikan perawatan yang bisa membantu meringankan gejala hingga mencegah komplikasi.
Dokter dapat memberikan obat-obatan yang diminum secara rutin. Obat-obatan ini bisa merupakan pereda nyeri hingga pengontrol tekanan darah.
Dokter juga dapat menyarankan terapi fisik untuk memperkuat otot di sekitar persendian, hingga menggunakan braces atau penyangga sebagai pelindung sendi.
Operasi dan prosedur lainnya bisa disarankan sesuai kebutuhan pasien. Seperti operasi untuk memperbaiki sendi akibat dislokasi berulang.