sultra-raya

Kampus Indonesia Mulai Buka Jurusan AI, Tak Sekadar Mata Kuliah

Rabu, 12 Agustus 2026 | 09:12 WIB

RAKYAT SULTRA.id-Kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) punya posisi baru dalam pendidikan tinggi Indonesia. Kini, perguruan tinggi di Indonesia mulai membuka jurusan AI, bukan sekadar jadi mata kuliah.

Jika sebelumnya AI banyak dipelajari sebagai bagian dari ilmu komputer atau materi pendukung program studi lain, kini bidang tersebut mulai dikembangkan sebagai program pendidikan khusus.

Perkembangan ini sejalan dengan semakin luasnya penggunaan AI di berbagai sektor, mulai dari keuangan, kesehatan, manufaktur, pendidikan, hukum, komunikasi, hingga ekonomi kreatif.

 
 Generative AI, AI Agent, dan otomatisasi juga mendorong munculnya model bisnis serta profesi baru.
 

Kondisi tersebut membuat kebutuhan talenta AI meningkat. Sejumlah profesi seperti AI Engineer, Machine Learning Engineer, AI Product Specialist, dan AI Consultant mulai dibutuhkan.

 

Sementara kemampuan memahami AI juga semakin relevan bagi profesi di luar bidang teknologi.

Karena itu, pendidikan AI tidak cukup hanya mengajarkan kemampuan teknis. Mahasiswa perlu memahami cara kerja, penerapan, evaluasi, hingga aspek etika AI.

perguruan tinggi juga dituntut membekali mahasiswa dengan kemampuan berpikir kritis, kolaborasi lintas disiplin, serta pengalaman industri.

Indonesia memiliki peluang besar mengembangkan talenta AI melalui bonus demografi dan pertumbuhan ekonomi digital.

Tantangannya adalah memastikan kompentesi lulusan sesuai dengan kebutuhan industri yang terus berubah.

 

Perkembangan program studi AI menjadi salah satu respons terhadap kebutuhan tersebut.

Salah satu perguruan tinggi yang mengambil langkah ini adalah Binus University, yang memperluas Program Artificial Intelligence ke berbagai lokasi kampus.

Rektor Binus University, Nelly, mengatakan perluasan Program Artificial Intelligence merupakan bagian dari komitmen dalam mempersiapkan generasi muda menghadapi perubahan teknologi.

"Kami ingin memastikan semakin banyak generasi muda Indonesia memperoleh kesempatan yang sama untuk menguasai teknologi masa depan, sehingga mereka mampu menjadi inovator yang memberikan dampak positif bagi masyarakat," ujar Nelly di Jakarta, dikutip Sabtu (8/8).

Dari Matematika hingga IoT dan Bisnis

kurikulum AI mencakup matematika, data science, machine learning, computer vision, natural language processing, Internet of Things (IoT), robotics, serta aspek etika AI, komunikasi, dan bisnis. 

Halaman:

Tags

Terkini