Peringatan serupa juga ditujukan kepada masyarakat dan petani di sekitar kawasan hutan. Mereka diminta agar lebih waspada dan memastikan sisa pembakaran serasah benar-benar padam sebelum meninggalkan lokasi.
Lebih lanjut, kondisi vegetasi gunung luwu yang mulai mengering menjadi perhatian Perhutani. Percikan api sekecil apa pun berpotensi memicu kebakaran dan dengan cepat merembet ke kawasan hutan.
Selain memberikan imbauan, Perhutani memperkuat upaya mitigasi di lapangan dengan membangun sekat bakar sepanjang 1,90 kilometer yang telah rampung di kawasan selatan Blok Cemorosewu.
Upaya pencegahan akan diperluas ke sejumlah wilayah lainnya. Perhutani menjadwalkan pembangunan sekat bakar berikutnya di Blok Ngiliran, Kecamatan Panekan, untuk memperkuat perlindungan kawasan hutan.
’’Pekan depan pembuatan sekat bakar dilanjutkan ke Blok Ngiliran, Panekan. Kerja sama seluruh pihak sangat dibutuhkan agar kawasan Gunung Lawu tetap lestari dan terbebas dari karhutla,’’ pungkas Mulyadi.