RAKYAT SULTRA.Id-Proses evakuasi dua pendaki yang ditemukan meninggal dunia di kawasan Punggung Naga Gunung Piramid, Kecamatan Curahdami, Bondowoso, Jawa Timur, terkendala medan yang curam. Korban adalah Maliya Finda, 51 tahun, warga Darmo, Kecamatan Wonokromo, Kota Surabaya, dan Irfan Nasrul Laili, 35 tahun, warga Desa Traktakan, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Bondowoso.
Kepala Kantor SAR Banyuwangi, I Made Oka Astawa, mengatakan tim SAR Gabungan berhasil menemukan keberadaan dua pendaki yang sebelumnya dilaporkan hilang pada Selasa pagi (4/8).
"Hingga pukul 18.00 WIB, proses evakuasi belum dapat diselesaikan karena kondisi mulai gelap, area kerja yang sangat sempit, serta medan yang curam, sehingga berisiko terhadap keselamatan personel," ujarnya, Rabu (5/8).
"Demi mengutamakan keselamatan personel di medan yang sangat berbahaya, proses evakuasi dihentikan sementara dan akan dilanjutkan kembali pada Rabu, 5 Agustus 2026, pukul 06.00 WIB," imbuh Made.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala SAR Banyuwangi menyampaikan bela sungkawa atas meninggalnya dua pendaki di gunung piramid. Ia berdoa agar keluarga kedua korban diberi ketabahan dalam menghadapi musibah ini.
"Kami menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga kedua korban. Tim SAR Gabungan terus berupaya maksimal melakukan pencarian hingga korban berhasil ditemukan dan selanjutnya dievakuasi," pungkasnya.
Kronologi singkat
Korban diketahui melakukan pendakian sejak Minggu (2/8). Keduanya menitipkan sepeda motor Yamaha NMAX merah bernomor polisi P 2938 ES yang dinaikinya di rumah seorang warga setempat.
Kecurigaan muncul ketika hingga Senin (3/8) pukul 17.30 WIB, sepeda motor korban belum juga diambil. Padahal umumnya, jalur pendakian gunung piramid dapat ditempuh dengan sistem naik-turun (tektok) dalam waktu sekitar 8 jam.
Laporan tersebut lalu ditindaklanjuti melalui operasi SAR yang melibatkan berbagai unsur, di antaranya Tim Rescue Pos SAR Jember, Kantor SAR Banyuwangi, BPBD Bondowoso, TNI-Polri, PMI, Brimob, APGI, Wanadri, relawan SAR, komunitas pecinta alam, dan warga setempat.