”BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang berpotensi memicu banjir maupun bencana hidrometeorologi basah lainnya,” ujarnya.
Abdul Muhari berharap masyarakat yang berada di wilayah rawan terus memantau informasi resmi dari pemerintah daerah dan BPBD setempat.
Selain itu, warga diminta segera mengikuti arahan petugas apabila diperlukan evakuasi demi keselamatan bersama.
Saat dikonfirmasi, Wali Kota Padang Fadly Amran menyampaikan bahwa puncak banjir terjadi sekitar pukul 16.00 WIB.
Meski belum sepenuhnya surut, namun ia menyatakan bahwa air di beberapa titik sudah mulai turun. Salah satunya di lokasi yang dia datangi di sekitar Rumah Sakit Islam Siti Rahmah Padang.
”Yang mungkin seperti di gambar-gambar, ada kebanjiran mobil. Ini trafik di depan saya sudah mulai jalan karena airnya pun juga sudah mulai mengurai,” kata dia.
Berkaitan dengan status tanggap darurat bencana, Fadly menyatakan, pihaknya sudah mempertimbangkan hal itu.
Meski demikian, untuk sementara banjir yang melanda Kota Padang bakal ditangani oleh dulu oleh Pemkot Padang bersama instansi terkait lainnya.
”Ini akan saya buat status tanggap darurat. Tapi, kami coba (tangani) dulu 1-2 hari ini,” imbuhnya.