RAKYAT SULTRA.id-Ribuan pesilat yang mengatasnamakan Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Jawa Timur, menuntut agar polisi segera menangkap pelaku DPO kasus pembacokan petugas valet di Jalan Basuki Rahmat Surabaya.
Mereka mengancam akan menggelar aksi demonstrasi lebih besar apabila kepolisian tidak segera menangkap pelaku.
Hal itu disampaikan koordinator aksi damai yang diinisiasi Komunitas Arush Bawah PSHT Jawa Timur, Bondan saat memimpin unjuk rasa di depan Mako Polrestabes surabaya, Jalan Sikatan Nomor 1, Jumat sore (31/7).
“Kalau sampai kasus ini berlarut-larut dan pelaku tidak segera tertangkap, saya pastikan kami akan bergerak lagi. Saat ini kami beri kesempatan (kepada aparat)," tutur Bondan diikuti sorakan massa aksi.
Sebagai informasi, aksi tersebut buntut dari insiden bentrokan antara DC (debt collector) dan valet atau petugas parkir, yang terjadi di halaman parkir kafe kawasan Jalan Basuki Rahmat, Genteng, Surabaya pada Sabtu (25/7).
Akibat bentrokan, 2 petugas parkir valet dilaporkan mengalami luka bacok, yakni Feri, 25 tahun, dengan luka bacok di punggung dan pantat, serta Didik, 28 tahun, dengan luka bacok di area tangan.
Bondan mengklaim setidaknya ada 10.000 anggota PSHT dari Surabaya dan sekitarnya yang bergabung dalam aksi damai tersebut. Mereka menuntut kasus pembacokan terhadap anggota PSHT.
Adapun demo PSHT hari ini terjadi di dua titik, yakni Mako polrestabes surabaya, Jalan Sikatan Nomor 1, Kecamatan Krembangan, dan Markas dari terduga pelaku Debt Collector di Jalan Teuku Umar, Kecamatan Tegalsari.
"Kita tunggu dulu, sepakat, kalau berlarut-larut (kepolisian tidak menangkap pelaku lain), kita hitamkan lagi se-Jatim. Kita akan mengawal sampai tuntas kasus yang mencederai saudara kita," imbuhnya.
Bondan menyampaikan aksi susulan akan diikuti oleh lebih dari 10 ribu massa apabila kasus pembacokan di Jalan Basuki Rahmat, tidak kunjung diusut.
Ia memastikan pihaknya akan mengawal kasus ini hingga putusan inkracht atau berkekuatan hukum tetap di pengadilan.
"Intinya ini aksi solidaritas buat dulur-dulur kami yang dicederai. Jadi di sini kita tidak ada audiensi apa-apa, kita tidak ada kepentingan apa-apa, kita hanya memperjuangkan buat keadilan saudara kita,” tegas Bondan.
Sementara itu, Kapolrestabes Surabaya, Kombespol Luthfie Sulistiawan menemui massa di kedua titik aksi.
Di hadapan ribuan peserta, ia berjanji akan mengusut tuntas kasus pembacokan yang tengah menjadi sorotan.
"Kita mengutuk aksi-aksi premanisme, aksi-aksi kekerasan yang membuat masyarakat resah. Kita yakinkan bahwa proses penyidikan terhadap para pelaku kita lakukan secara transparan," tutur Luthfie.