sultra-raya

Hamas Sebut Israel Sengaja Gagalkan Perdamaian, Serangan Gaza Disebut Upaya Paksa

Senin, 3 Agustus 2026 | 12:47 WIB

RAKYAT SULTRA.id- Hamas menuduh Israel sengaja menggagalkan upaya perdamaian dengan terus meningkatkan serangan udara ke Jalur Gaza di tengah kemajuan pembahasan implementasi gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat.

Kelompok tersebut menilai eskalasi militer dilakukan untuk memaksakan kondisi baru di lapangan sebelum kesepakatan benar-benar dijalankan.

Pernyataan itu disampaikan pejabat senior Hamas, Basem Naim, setelah sedikitnya 18 warga Palestina dilaporkan tewas akibat serangan udara Israel di sejumlah wilayah Gaza pada Minggu (2/8). Serangan terjadi ketika mediator internasional masih berupaya mendorong pelaksanaan peta jalan perdamaian yang diumumkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

 

Menurut Naim, Hamas telah menunjukkan sikap terbuka dalam proses negosiasi, termasuk terkait pembahasan pelucutan senjata. Namun, ia menilai pemerintah Israel justru memperburuk situasi melalui operasi militer yang terus berlanjut.

"Eskalasi ini, yang terjadi bersamaan dengan kemajuan di jalur politik, jelas menunjukkan bahwa pemerintah pendudukan berusaha menggagalkan upaya mengakhiri perang dan memaksakan fakta di lapangan melalui kekuatan," kata Basem Naim dalam sebuah pernyataan.

 

Hamas tetap bersikeras bahwa penghentian serangan Israel dan penarikan pasukan dari Jalur Gaza merupakan syarat utama sebelum kelompok itu menyerahkan persenjataannya kepada badan pemerintahan Palestina yang akan mengelola Gaza sesuai kesepakatan.

Di sisi lain, pemerintah Israel mengambil sikap berbeda. Menteri Energi Israel Eli Cohen menegaskan Hamas harus terlebih dahulu dilucuti dan dibubarkan sebelum ada penghentian operasi militer.

"Dalam kesepakatan yang kami tandatangani dengan Amerika Serikat, posisi kami adalah Hamas harus dibongkar. Itulah hal pertama yang harus terjadi," ujar Cohen kepada Army Radio Israel.

Sementara itu, mengutip Reuters, juru bicara kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, Doron Spielman, juga mengatakan Israel telah menyampaikan kekhawatiran kepada Amerika Serikat mengenai rencana pelucutan senjata Hamas.

"Kekhawatiran paling penting bagi Israel adalah tidak ada langkah apa pun yang bisa dilakukan sebelum Hamas benar-benar dan sepenuhnya melucuti senjatanya," kata Spielman kepada Reuters.

Sementara itu, mantan pejabat senior Fatah yang berbasis di Uni Emirat Arab, Mohammed Dahlan, mengungkapkan bahwa Jared Kushner, menantu Donald Trump sekaligus penasihat utama dalam inisiatif perdamaian AS, sedang berkoordinasi dengan Israel untuk menghentikan serangan di Gaza.

 

Menurut Dahlan, komunikasi dengan Washington masih berlangsung untuk memastikan seluruh poin kesepakatan dapat diimplementasikan. Namun, ia menilai keberhasilan proses damai kini bergantung pada kesediaan Israel menghentikan serangan hariannya ke Jalur Gaza.

 

Tags

Terkini

Api yang Belum Dijawab RUU Kehutanan

Jumat, 28 Agustus 2026 | 12:30 WIB