RAKYAT SULTRA.id-Harga minyak mentah dunia kompak melemah pada penutupan perdagangan Jumat (24/7) ditengah ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran setelah upaya kesepakatan damai gagal tercapai.
Melansir Investing kontrak berjangka Brent turun 3,91 poin atau 3,88 persen, menjadi USD 96,78 per barel. Sementara itu, West Texas Intermediate (WTI) turun 1,13 poin atau 1,3 persen, menjadi USD 85,88 per barel
Turunnya harga minyak terjadi setelah beredar laporan bahwa Tiongkok berupaya menghidupkan kembali perundingan damai antara AS dan Iran yang sebelumnya sempat terhenti. Meski demikian, sejumlah sumber menyebut peluang tercapainya kesepakatan masih menghadapi berbagai kendala.
Analis Senior Price Futures Group Phil Flynn mengatakan pasar minyak masih berada dalam kondisi rentan karena pasokan global tetap ketat.
"Arah pergerakan harga minyak masih sangat bergantung pada perkembangan konflik di Timur Tengah sehingga pelaku pasar perlu terus memantau dinamika geopolitik," ucapnya.
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengancam akan memberikan hukuman militer lebih besar terhadap Iran dan kelompok hauthi setelah serangan terhadap dua kapal tanker minyak Arab Saudi di Laut Merah.
Iran juga dilaporkan mendorong hauthi untuk menutup jalur Bab el-Mandeb apabila AS terus menyerang infrastruktur strategis Iran. Jalur tersebut merupakan salah satu rute pengiriman energi paling vital di dunia setelah Selat Hormuz.
Selain itu, Houthi juga telah mengumumkan blokade laut terhadap Arab Saudi, yang selama ini mengalihkan sebagian ekspor minyak melalui jaringan pipa untuk mengurangi ketergantungan pada Selat Hormuz.