sultra-raya

Kementerian Lingkungan Hidup Tertarik Adopsi Mesin Komposter ITS untuk Program MBG

Rabu, 29 Juli 2026 | 08:58 WIB

RAKYAT SULTRA.id-Teknologi pengolah sampah organik buatan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya berpeluang diterapkan secara nasional. Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) menilai mesin komposter ITS COMPOStech mampu menjadi solusi pengelolaan limbah di dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) karena dapat mengolah sampah organik dengan cepat, minim bau, dan hemat ruang.

Kabar baik tersebut disampaikan Menteri Lingkungan Hidup, Mohammar Jamhur Hidayat saat melakukan kunjungan kerja ke Kampus ITS di wilayah Keputih, Kota Surabaya pada Senin sore (27/7). 

"Terutama di dapur SPPG yang setiap harinya memproduksi makanan dalam jumlah besar, dibutuhkan mesin yang dapat memproses limbah padat dan cair secara cepat,” ujar Menteri Jamhur. 

 

Mesin komposter tersebut diberi nama ITS COMPOStech. Jamhur menilai mesin ini berpotensi menyelesaikan permasalahan sampah organik di sektor pariwisata, industri makanan, perhotelan, bahkan di dapur MBG.

Dalam sehari, ITS COMPOStech mampu mengolah sampah organik hingga 50 kilogram. Dengan waktu pengolahan maksimal 20 jam per batch, teknologi ini memungkinkan sampah sisa makanan dan dedaunan diproses dengan cepat.

Sistem tersebut dirancang untuk meminimalkan bau, limbah cair, dan dapat ditempatkan pada area terbatas. Jamhur mempertimbangkan inovasi ITS COMPOStech untuk mengelola limbah makanan MBG di setiap SPPG. 

"Dan saya mendorong sekali, nanti saya akan bicara sama pimpinan yang mengelola MBG untuk memastikan proses limbah yang ada di dapur-dapur MBG, baik itu limbah makanan maupun cairnya,” imbuh Jamhur. 

Sementara itu, Rektor ITS Surabaya, Prof. Bambang Pramujati mengapresiasi dukungan dan siap menindaklanjuti arahan dari Kementerian LH terkait implementasi mesin ITS COMPOStech. 

"Kami (ITS) sangat mengapresiasi dukungan diberikan oleh KLH RI terhadap inovasi ITS. Kami siap menindaklanjuti permintaan alat komposter ini, tentunya dengan menggandeng industri untuk produksi massal,” ujar Prof. Bambang.

Dalam kunjungan kerja tersebut, Jumhur turut meninjau inovasi lainnya, seperti ITS Mobile Water Treatment sistem pengolahan air bersih yang fleksibel dan mudah dipindahkan, pemanfaatan magot superworm.

Menteri Lingkungan Hidup juga berkesempatan mencoba mobil otonom modular, yakni mobil listrik tanpa pengemudi, yang dikembangkan oleh tim robotika Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

Tags

Terkini